Surabaya – Polrestabes Surabaya kembali mengungkap peredaran narkoba di kawasan permukiman padat penduduk. Dua pemuda asal Tambaksari berinisial M.S (21) dan F.R (19) ditangkap dalam operasi Satresnarkoba pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya, Dodi Pratama, mengatakan penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari kasus yang lebih dulu menjerat M.S.
“Dari hasil pengembangan, kami melakukan penangkapan dan penggeledahan di wilayah Tambaksari. Kami mengamankan F.R beserta sejumlah barang bukti,” ujar Dodi, Selasa (17/2/2026).
Dari lokasi, polisi menyita 49 poket sabu dengan berat total 109,31 gram, dua botol plastik berisi sekitar 2.000 butir Pil LL berlogo Y yang diduga diedarkan tanpa izin resmi, satu unit telepon seluler, plastik klip, serta timbangan digital.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, F.R mengaku memperoleh sabu dari M.S yang menggunakan nama samaran “L”. Penyerahan dilakukan secara langsung pada 27 Januari 2026 di kawasan Tambaksari. Dalam transaksi tersebut, F.R menerima sekitar 10 gram sabu untuk diedarkan.
Polisi menyebut F.R berperan sebagai kurir lapangan dengan sistem upah berbasis titik distribusi. Setiap titik ranjauan dihargai Rp20 ribu.
“Kami melihat pola klasik peredaran narkoba yang menyasar anak muda dengan memanfaatkan tekanan ekonomi dan minimnya kesadaran hukum,” kata Dodi.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka juga dikenakan ketentuan dalam Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan terkait dugaan peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar.
Polisi menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan penindakan guna memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah perkotaan, khususnya di lingkungan permukiman padat penduduk.
















