Tulungagung, Kabarutama – Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung tak hanya menawarkan panorama alam yang memikat. Kawasan pesisir selatan Jawa Timur ini juga berpotensi menjadi magnet baru wisata olahraga atau sport tourism. Potensi tersebut coba didorong melalui gelaran **KAI JLS100 Tulungagung**, ajang bersepeda nonkompetisi yang mendapat dukungan penuh dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun sebagai sponsor utama.
Event yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026) ini mengusung konsep Personal Endurance Ride dengan jarak tempuh 100 kilometer. Para pesepeda akan diajak menguji daya tahan fisik dan mental sekaligus menikmati lanskap alam di sepanjang Jalur Lintas Selatan Tulungagung.
Berbeda dari perlombaan sepeda yang berorientasi pada perebutan gelar juara, KAI JLS100 Tulungagung mengedepankan pengalaman perjalanan, kemandirian, dan ketahanan diri. Peserta ditantang menyelesaikan rute dengan mengandalkan kesiapan fisik, pengelolaan energi, serta kemampuan menghadapi tantangan selama perjalanan.
Dukungan KAI terhadap kegiatan ini sekaligus menegaskan peluang kolaborasi antara transportasi publik, pariwisata, dan gaya hidup sehat untuk mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam KAI JLS100 Tulungagung merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung pengembangan potensi wilayah, khususnya melalui sektor pariwisata berbasis olahraga.
“Kehadiran PT Kereta Api Indonesia dalam KAI JLS100 Tulungagung adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap pengembangan sport tourism di wilayah Jawa Timur, khususnya Tulungagung. Kami ingin menjadikan ajang ini sebagai sarana strategis untuk memperkenalkan pesona alam Jalur Lintas Selatan kepada masyarakat luas dan komunitas pesepeda dari berbagai daerah,” ujar Tohari.
Tak sekadar menjadi ajang bersepeda, kegiatan ini juga diharapkan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dan wisatawan berpotensi meningkatkan aktivitas usaha lokal, mulai dari kuliner, penginapan, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Tohari, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan KAI dengan masyarakat dan komunitas, sekaligus mengampanyekan pola hidup aktif dan sehat.
“Melalui semangat *Personal Endurance Ride*, kami mendorong masyarakat untuk aktif berolahraga sembari menikmati keindahan alam secara menyenangkan. Selain itu, hadirnya ratusan peserta dan wisatawan dalam event ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, memberikan dampak positif bagi sektor UMKM, perhotelan, serta destinasi wisata di sekitar Tulungagung,” pungkasnya.
Meski demikian, besarnya dampak ekonomi dari kegiatan tersebut akan bergantung pada tingkat kunjungan, lama tinggal wisatawan, serta belanja peserta dan pengunjung selama berada di Tulungagung.
Sebagai penyedia layanan transportasi publik, KAI terus mendorong kontribusi sosial dan ekonomi di wilayah yang dilayaninya. Dukungan terhadap KAI JLS100 Tulungagung diharapkan dapat memperkuat sinergi antara transportasi kereta api dan destinasi wisata daerah.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang untuk memperkenalkan Tulungagung kepada komunitas pesepeda dari berbagai wilayah. Dengan potensi panorama pesisir dan tantangan rute jarak jauh, JLS dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan perjalanan wisata.
Ke depan, pengembangan sport tourism membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk penyelenggara, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat setempat. Kesiapan fasilitas, keselamatan peserta, serta pengelolaan destinasi menjadi faktor penting agar kegiatan olahraga wisata dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
Melalui KAI JLS100 Tulungagung, potensi wisata Jalur Lintas Selatan diharapkan semakin dikenal luas sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan selatan Jawa Timur.
















