Madiun, Kabarutama – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Bina Lingkungan sebesar Rp520,546 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, sosial dan keagamaan, hingga seni dan budaya.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan realisasi penyaluran dana tersebut meningkat sekitar 26 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebesar Rp413,034 juta.
“Kenaikan itu menegaskan konsistensi perusahaan dalam memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Daop 7 Madiun,” ujar Tohari di Madiun.
Menurut Tohari, penyaluran dana TJSL difokuskan pada sejumlah sektor strategis yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di sektor pendidikan, bantuan diarahkan untuk mendukung pengembangan sarana dan prasarana pendidikan guna menunjang proses belajar mengajar.
Sementara itu, di sektor sosial dan keagamaan, bantuan diwujudkan melalui pembangunan serta perbaikan tempat ibadah. KAI Daop 7 Madiun juga mendukung pelestarian seni dan budaya melalui pengadaan serta pembaruan alat peraga pencak silat dan peralatan kesenian Reog Ponorogo.
Selain itu, bantuan juga disalurkan untuk mendukung sinergi kewilayahan, di antaranya melalui pengadaan sarana dan prasarana Denpom V/1 Madiun.
Tohari menegaskan, program TJSL merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. KAI berupaya menjaga keberlanjutan program tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan perusahaan.
“Program TJSL ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sosial di sekitar wilayah operasional. Kami memastikan bantuan ini akan terus berlanjut setiap tahunnya, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat serta kemampuan perusahaan,” katanya.
Tak hanya berupa bantuan fisik, program Bina Lingkungan juga diarahkan untuk mendukung pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah. Melalui sinergi tersebut, KAI berharap hubungan dengan masyarakat dan pemerintah daerah di sepanjang wilayah operasional Daop 7 Madiun semakin erat.
Hubungan yang baik dengan masyarakat dan pemerintah daerah dinilai penting untuk mendukung kelancaran serta keberlanjutan layanan perkeretaapian.
Tohari menambahkan, peran KAI tidak hanya terbatas pada penyediaan transportasi yang andal dan aman, tetapi juga mencakup kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah kerja Daop 7 Madiun.
“KAI tidak hanya berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang andal dan aman, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran KAI diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan, terutama dalam aspek kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial,” tutup Tohari.
















