BLITAR – Pemerintah Kota Blitar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar sosialisasi antikorupsi bertema “Mewujudkan Ketahanan Nasional dan Kondusifitas Daerah melalui Kesadaran Anti Korupsi”. Jumat , (28/11/2025).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Blitar dalam memperkuat fondasi integritas birokrasi, sekaligus menyambut peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember.
Kepala Bakesbangpol Kota Blitar, Toto Robandiyo, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan momentum konsolidasi lintas unsur untuk membangun pemahaman bersama mengenai bahaya korupsi. Ia menekankan bahwa kesadaran tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama terkait penggunaan anggaran publik.
“Penggunaan uang APBD adalah amanah,” tegas Toto. Ia mengingatkan bahwa sekecil apa pun praktik korupsi berpotensi mengganggu stabilitas dan kondusivitas daerah. “Ketika tidak ada korupsi, kota akan aman. Korupsi itu mengganggu kondusifitas.”
Toto juga menyoroti pentingnya peran para penerima hibah dan ASN di lingkungan Bakesbangpol. Menurutnya, kedua kelompok ini harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan korupsi dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas secara konsisten.
Melalui sosialisasi ini, Pemkot Blitar berharap lahir gerakan kolektif untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih. Upaya tersebut diharapkan mampu menopang pembangunan jangka panjang Kota Blitar sebagai ruang hidup yang aman, harmonis, dan berintegritas.
















