GRESIK – Upaya pencarian terhadap Rakim (57), seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Gresik, terus diintensifkan. Hingga memasuki hari kedua pencarian pada Rabu (07/01/2026), tim SAR Gabungan masih menyisir area di sekitar Dermaga Mbah Kajim, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.
Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P., menjelaskan bahwa operasi hari ini difokuskan dengan membagi kekuatan menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan penyisiran:
SRU 1: Melakukan penyisiran menggunakan perahu LCR milik BPBD Gresik.
SRU 2: Bergerak dengan dukungan perahu Speed Polairud Polda Jatim dan perahu Speed Polairud Polres Gresik.
SRU 3: Menyisir area laut menggunakan LCR milik Basarnas Surabaya.
Selain penyisiran fisik secara langsung, tim gabungan juga menempuh langkah preventif dengan menyebarkan informasi hilangnya korban kepada perahu-perahu nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Hal ini diharapkan bisa mempercepat penemuan korban. Dengan bantuan kapal-kapal nelayan yang pergi mencari ikan, apabila mereka melihat tanda-tanda keberadaan korban, dapat segera dilaporkan kepada Tim SAR Gabungan,” ujar Nanang Sigit P.
Peristiwa hilangnya Rakim bermula saat perahu yang ia tumpangi menabrak sebuah kapal yang sedang bersandar di dermaga. Benturan keras tersebut diduga menyebabkan korban terjatuh ke laut. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan korban masih misterius.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya:
- Kantor SAR Surabaya
- BPBD Kabupaten Gresik
- Dit Polairud Polda Jatim & Sat. Polairud Polres Gresik
- Relawan RAPI Gresik
- Warga serta nelayan sekitar. Tim terus bekerja secara intensif di lapangan meski harus menghadapi tantangan kondisi perairan. Masyarakat diimbau untuk segera melapor melalui saluran darurat jika menemukan benda atau tanda yang berkaitan dengan korban.















