Blitar – Kondisi jalan tambang di wilayah Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, dikeluhkan para pengguna jalan karena rusak parah dan belum juga mendapat perbaikan.
Kerusakan jalan tambang di wilayah Kecamatan Nglegok, semakin memprihatinkan salah satu titik terparah berada di ruas jalan Desa Kedawung dan Desa Sumbersari.
Jalan yang setiap hari dilalui kendaraan bermuatan berat itu kini dipenuhi lubang dan permukaan yang tidak rata. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi becek dan licin, sementara saat kemarau, debu tebal mengganggu jarak pandang dan kesehatan warga sekitar.
Keluhan datang dari para sopir truk yang kerap melintasi jalur tersebut. Mereka menilai kondisi jalan tidak sebanding dengan kewajiban yang harus mereka penuhi.
“Jalannya rusak parah, hujan becek, panas berdebu,” ungkap Solikin, salah satu sopir truk.
Ia juga menyoroti adanya pungutan atau pajak yang tetap ditarik setiap kendaraan melintas, namun tidak diimbangi dengan perbaikan infrastruktur jalan.
“Kita sudah ditarik pajak setiap melintas membawa muatan, tapi jalan tidak diperbaiki,” tambahnya.
Para sopir dan warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan, mengingat jalan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi, khususnya angkutan hasil tambang.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya risiko kecelakaan serta kerugian ekonomi bagi para pengguna jalan.
















