Madiun — Mobilitas masyarakat pada arus balik Lebaran 2026 di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun masih tergolong tinggi menjelang berakhirnya masa Angkutan Lebaran pada 1 April 2026.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan tingginya mobilitas ini dipicu oleh masyarakat yang mulai kembali ke kota asal untuk beraktivitas dan bekerja.
“Masyarakat mulai kembali ke kota asal masing-masing untuk bekerja dan beraktivitas, sehingga mobilitas di stasiun-stasiun wilayah Daop 7 terpantau masih cukup padat,” ujar Tohari, Sabtu (28/3/2026).
Berdasarkan data terbaru, pada Jumat (27/3/2026) tercatat sebanyak 14.937 pelanggan berangkat dan 10.776 pelanggan datang. Sementara pada Sabtu (28/3/2026), jumlah keberangkatan mencapai 13.272 pelanggan dan kedatangan 8.273 pelanggan. Data tersebut masih bersifat dinamis hingga keberangkatan dan kedatangan kereta terakhir.
Secara kumulatif, terjadi peningkatan kinerja angkutan dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Volume keberangkatan naik 7 persen dari 175.426 menjadi 187.960 pelanggan, sedangkan volume kedatangan meningkat 5 persen dari 209.061 menjadi 218.609 pelanggan.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat pada sisa masa angkutan Lebaran, PT Kereta Api Indonesia menghadirkan program diskon tarif tiket. Diskon sebesar 30 persen diberikan untuk tiket kereta api kelas ekonomi komersial dengan periode keberangkatan 14 hingga 29 Maret 2026.
Selain itu, KAI juga menawarkan promo “Silaturahmi” berupa potongan harga 20 persen untuk tiket kelas eksekutif bagi perjalanan hingga 1 April 2026.
Di sisi lain, KAI mengingatkan pelanggan untuk mematuhi ketentuan bagasi. Setiap penumpang diperbolehkan membawa bagasi maksimal 20 kilogram dengan volume 100 desimeter kubik atau dimensi 70 x 48 x 30 sentimeter. Apabila melebihi ketentuan, pelanggan akan dikenakan biaya tambahan, yakni Rp10.000 per kilogram untuk kelas eksekutif dan Rp2.000 per kilogram untuk kelas ekonomi.
Barang dengan berat lebih dari 40 kilogram atau volume lebih dari 200 desimeter kubik tidak diperkenankan dibawa ke dalam kabin kereta.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI juga mengoperasikan sejumlah kereta tambahan, termasuk KA Brantas Tambahan relasi Blitar–Pasar Senen pulang-pergi, serta kereta lain yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun hingga 1 April 2026.
KAI mengimbau pelanggan agar datang ke stasiun setidaknya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan guna menghindari keterlambatan, terutama pada akhir pekan menjelang berakhirnya masa angkutan Lebaran.
“Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal mengingat arus lalu lintas menuju stasiun masih cukup padat,” kata Tohari.















