Madiun,kabarutama.co – Cuaca ekstrem disertai curah hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengganggu operasional perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat adanya genangan air di petak jalan Sragi–Pekalongan yang berdampak pada kelancaran perjalanan kereta api.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kondisi tersebut memaksa KAI melakukan penanganan dan pengaturan operasional khusus demi menjaga keselamatan perjalanan.
“Kondisi cuaca ekstrem ini memerlukan penanganan dan pengaturan operasional khusus demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api. KAI telah memberlakukan rekayasa pola operasi,” ujar Tohari dalam keterangan resminya.
Tohari menjelaskan, hingga pukul 01.30 WIB, genangan air di petak jalan Sragi–Pekalongan telah berhasil ditangani melalui pengangkatan material dan normalisasi jalur. Seluruh perjalanan kereta api selanjutnya sudah dapat melintas kembali, baik melalui jalur hulu maupun hilir.
“Mulai pukul 05.10 WIB, jalur Sragi–Pekalongan sudah dapat dilalui dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam, sambil terus dilakukan pemantauan intensif oleh petugas di lapangan,” katanya.
Meski jalur mulai berangsur normal, KAI terpaksa membatalkan beberapa perjalanan kereta api pada Senin (19/1) akibat keterlambatan yang cukup tinggi. Pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kenyamanan pelanggan.
Adapun perjalanan yang dibatalkan meliputi:
KA Gajayana (KA 35) relasi Malang–Gambir (berangkat pukul 14.55 WIB);
KA Gajayana Tambahan (KA 7001A) relasi Malang–Gambir (berangkat pukul 18.25 WIB);
KA Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang (berangkat pukul 00.10 WIB).
KAI memastikan tidak ada pembatalan untuk kereta api yang berangkat awal dari wilayah Daop 7 Madiun.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan terdampak, KAI Daop 7 Madiun memberikan pengembalian bea tiket 100 persen di luar biaya pemesanan.
Pengajuan refund dapat dilakukan paling lambat 7 hari sejak tanggal pembatalan melalui loket stasiun atau Contact Center 121, termasuk melalui layanan VOIP pada aplikasi Access by KAI.
“Kami mengapresiasi pengertian dan kesabaran seluruh pelanggan. KAI akan terus menyampaikan perkembangan kondisi operasional secara berkala,” tutup Tohari.















