KEDIRI – Sebuah patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Bukannya terlihat garang, patung ini justru dijuluki netizen sebagai macan “gemoy” karena bentuknya yang unik dan menggemaskan.
Fenomena viral ini membawa dampak instan. Lokasi patung kini berubah menjadi destinasi wisata dadakan yang ramai dikunjungi warga, baik dari dalam maupun luar kota.
Daya Tarik Unik bagi Pengunjung
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme pengunjung yang penasaran ingin melihat langsung sosok macan putih tersebut. Tak sedikit dari mereka yang datang jauh-jauh hanya untuk berswafoto.
“Penasaran karena viral di medsos, bentuknya lucu beda dari patung macan biasanya. Sekalian ke sini mau beli kaos souvenir buat keluarga di rumah,” ujar Wahyu, pengunjung asal Desa Papar, Kediri.
Senada dengan Wahyu, Raditya Erlangga, pengunjung asal Surabaya, juga menyempatkan diri mampir karena daya tarik visual patung yang dianggap menghibur.
Berkah bagi Pelaku UMKM Lokal
Keramaian ini menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Balongjeruk. Pedagang makanan hingga pernak-pernik mulai meraup untung dari lonjakan jumlah wisatawan.
Produk souvenir bertema macan putih “gemoy”—seperti kaos, gantungan kunci, hingga stiker—menjadi buruan utama. Sunar Widianingrum, salah satu pedagang kaos souvenir, mengungkapkan bahwa penjualannya melonjak drastis dalam tiga hari terakhir.
“Alhamdulillah, sejak viral banyak yang cari kaos gambar macan putih ini. Stok cepat habis karena banyak pengunjung dari luar kota juga,” ungkap Sunar.
Dibalik Layar: Konsep Ramah Anak
Pembuat patung macan putih, Suwari, menjelaskan bahwa tampilan “lucu” tersebut memang disengaja. Sejak awal, ia ingin menghadirkan ikon desa yang tidak menakutkan bagi masyarakat, terutama anak-anak.
Meskipun pengerjaannya dilakukan dengan keterbatasan waktu dan anggaran, Suwari mengaku bangga karena karyanya kini bisa membantu menggerakkan roda ekonomi desa.
“Konsepnya memang dibuat agar terlihat ramah dan menyenangkan bagi anak-anak. Niat awalnya hanya ingin menghadirkan ikon untuk desa, tidak menyangka akan seviral ini,” jelas Suwari.
Pemerintah desa setempat berharap momentum ini dapat terus terjaga sehingga Desa Balongjeruk bisa berkembang menjadi destinasi wisata lokal yang berkelanjutan di Kabupaten Kediri.
















