Senin, November 9, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

DPRD Blitar Fasilitasi Hearing Soal Bau Peternakan, PT Bumi Indah Group Beri Penjelasan

redaksi by redaksi
12/05/2026
in Peristiwa
0

BLITAR – PT Bumi Indah Group menegaskan operasional peternakan mereka masih mengacu pada standar baku mutu lingkungan usai mengikuti hearing bersama warga Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, dan Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Senin (11/5/2026).

Dalam hearing tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait bau yang diduga berasal dari aktivitas peternakan perusahaan. Menanggapi hal itu, bagian legal PT Bumi Indah Group, Sely Aditama, mengatakan penilaian pencemaran udara harus berdasarkan hasil uji laboratorium resmi, bukan sekadar persepsi individu.

Baca Juga :

Dari Seruyan ke Trenggalek, Perjalanan Terakhir Sertu Heri Diiringi Penghormatan Militer di Bandara Dhoho

Terbongkar! Pabrik Oli Palsu di Mojokerto Digerebek, Polisi Sita Puluhan Drum dan Jerigen

“Sepanjang memenuhi baku mutu udara, maka standarnya seperti itu. Jadi tidak bisa distandarkan memakai penilaian hidung orang per orang. Kami semaksimal mungkin tetap mengusahakan agar sesuai dengan baku mutu udara yang ada,” ujar Sely.

Ia mengatakan perusahaan menghargai aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui forum hearing yang difasilitasi DPRD Kabupaten Blitar tersebut. Menurut dia, perusahaan akan terus melakukan pembenahan meski hasil uji laboratorium sebelumnya disebut masih memenuhi standar lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dari masyarakat. Ke depannya kami akan terus berbenah dan menjaga komunikasi yang baik dengan warga,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, PT Bumi Indah Group telah melakukan pengambilan sampel udara dan limbah pada 23-26 April 2026. Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar pada 13-14 Mei 2026 dan akan menjadi dasar langkah berikutnya.

“Hasil uji laboratorium itulah yang nantinya menjadi dasar langkah selanjutnya,” ujarnya.

Sely juga menilai persoalan bau di wilayah tersebut tidak sepenuhnya berasal dari peternakan milik PT Bumi Indah Group. Menurut dia, di sekitar lokasi terdapat sejumlah peternakan ayam dan sapi lain yang jaraknya relatif dekat dengan permukiman warga.

“Semua usaha peternakan yang menghasilkan limbah tentu berpotensi menimbulkan bau, baik peternakan unggas maupun sapi,” katanya.

Ia menyebut beberapa peternakan lain bahkan berada dalam radius kurang dari 50 meter dari permukiman warga. Sementara itu, terkait peternakan PT Bumi Indah Group, terdapat warga yang mengeluhkan bau, namun ada pula warga dan karyawan yang mengaku tidak merasakan gangguan serupa.

Perusahaan juga mengklaim telah menyediakan layanan pengaduan selama 24 jam bagi masyarakat yang mengalami gangguan bau di sekitar lingkungan peternakan.

Selain membahas persoalan lingkungan, PT Bumi Indah Group turut memaparkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada masyarakat sekitar. Perusahaan menyebut bantuan CSR diberikan kepada 332 kepala keluarga (KK) serta kegiatan sosial lainnya dengan total nilai sekitar Rp 100 juta per tahun.

Tak hanya itu, perusahaan juga rutin membagikan telur kepada sekitar 350 KK setiap enam bulan sekali.

Meski polemik masih berlangsung, PT Bumi Indah Group memastikan aktivitas operasional perusahaan tetap berjalan sambil menunggu hasil resmi uji laboratorium udara dan limbah yang saat ini masih diproses.

Tags: ayamkotoran ayampt bumi indah

Related Posts

Peristiwa

Dari Seruyan ke Trenggalek, Perjalanan Terakhir Sertu Heri Diiringi Penghormatan Militer di Bandara Dhoho

07/11/2026
Peristiwa

Terbongkar! Pabrik Oli Palsu di Mojokerto Digerebek, Polisi Sita Puluhan Drum dan Jerigen

07/11/2026
Peristiwa

Dulu Syuting Modal HP, Kini Woko Channel Kediri Tembus Layar Lebar! Ini Cerita di Balik Film Piye To Ki?

07/11/2026
Peristiwa

Bandara Dhoho Kediri Ketiban Amanah Besar: 9.641 Calon Jemaah Haji Bakal Berangkat dari Sini

06/11/2026
Peristiwa

Dua Tahun Menunggu di Penampungan, Pedagang Pasar Ngadiluwih Kini Berebut Harapan di Lapak Baru

06/11/2026
Peristiwa

Ada yang Beda di Kampus UDINUS Kediri, Pemain Film PIYE TO KIH? Sapa Ratusan Pelajar

05/11/2026
Next Post

Suara Ledakan Bangunkan Pemilik Rumah, Dapur di Kediri Ludes Terbakar

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Mas Dhito Siap Hidupkan Lagi Wisata Ubalan, Ikuti Jejak Sumber Corah yang Sudah Dibuka

20/06/2025

Jangan Tergiur Janji Lulus, KAI Daop 7 Madiun Bongkar Modus Penipuan Rekrutmen

29/09/2026

Remaja 17 Tahun Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Perairan Totale, Sumenep

11/06/2025

Penumpang Tembus 3 Juta, KAI Daop 7 Madiun Tumbuh 12 Persen di Awal 2026

25/04/2026
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO