Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan bahwa hingga saat ini masih tersedia ribuan tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) untuk keberangkatan selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan sebanyak 3.874 tempat duduk atau sekitar 9 persen dari total kapasitas masih tersedia untuk periode keberangkatan 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Total kapasitas yang disediakan pada periode tersebut mencapai 43.704 tempat duduk dengan 72 perjalanan KAJJ.
“Sebagian besar sisa tempat duduk masih tersedia di kelas eksekutif. Sementara untuk kelas ekonomi, ketersediaan masih dapat ditemukan terutama pada tanggal 31 Desember 2025,” ujar Tohari, Rabu (24/12/2025).
Adapun sejumlah kereta api keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun yang masih memiliki ketersediaan tempat duduk antara lain KA Madiun Jaya, KA Singasari, KA Brantas, KA Bangunkarta, serta KA Brantas Tambahan.
Pada hari yang sama, KAI Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 8.031 pelanggan berangkat dan 9.973 pelanggan tiba di berbagai stasiun wilayah operasional Daop 7 Madiun.
Stasiun Madiun menjadi yang tertinggi dalam jumlah penumpang naik dengan 2.407 pelanggan, disusul Stasiun Kediri sebanyak 1.193 pelanggan dan Stasiun Jombang 675 pelanggan. Sementara itu, jumlah penumpang turun terbanyak juga tercatat di Stasiun Madiun dengan 3.470 pelanggan.
Secara kumulatif selama masa Angkutan Nataru, terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 7 Madiun telah melayani 108.455 pelanggan berangkat dan 114.297 pelanggan tiba.
Berdasarkan data penjualan hingga Rabu (24/12/2025), sebanyak 37.761 tempat duduk telah terjual atau setara 58 persen dari total 65.565 tempat duduk yang disediakan selama Angkutan Nataru 2025/2026, dengan total 108 perjalanan KAJJ.
KAI Daop 7 Madiun mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi KAI agar memperoleh kepastian jadwal dan kelas layanan sesuai kebutuhan.
“Kami berkomitmen memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal selama masa Angkutan Nataru,” pungkas Tohari.















