Jumat, Juni 26, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

Guru Besar IPB Jamin Tersangka Kasus Hibah Sapi: Minta Audit Menyeluruh Demi Keadilan

redaksi by redaksi
11/04/2025
in Peristiwa
0

Kediri – Kasus dugaan korupsi dalam program hibah desa korporasi sapi yang tengah ditangani Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri menuai sorotan dari kalangan akademisi. Guru Besar IPB sekaligus Wali Utama Solidaritas Alumni Sekolah Peternakan Rakyat Indonesia (SASPRI), Prof. Dr. Muladno SPt MSA IPU, menyatakan kesiapannya menjadi penjamin bagi Joni Sriwasono (JS), Ketua Kelompok Peternak Ngudi Rejeki, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :

Beasiswa Berdaya Tahap 2 Dibuka, Pemkab Kediri Siapkan Rp30 Miliar untuk Cegah Anak Putus Sekolah

Kebijakan 5 Hari Sekolah di Kabupaten Kediri Belum Diputuskan, Mas Dhito: Masih Serap Aspirasi Masyarakat

“Saya siap ikut bertanggung jawab apabila Pak Joni tidak kooperatif, melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti,” tegas Muladno.

Meski kelompok Ngudi Rejeki sempat mengalami konflik internal, Muladno menilai pengelolaan hibah sapi di sana tergolong baik. Dalam hasil monitoring dan evaluasi (monev) tim SASPRI, Ngudi Rejeki berada di peringkat kedua terbaik se-Jawa Timur, dengan tingkat keberhasilan mencapai 62%.

Capaian ini jauh lebih tinggi dibanding kelompok penerima hibah lainnya, terutama di Probolinggo, yang beberapa di antaranya hanya mencapai tingkat keberhasilan nol persen.

Data hasil monev tanggal 7–9 Mei 2024 telah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Berikut peringkat lima besar dari sepuluh kelompok penerima hibah:

Kediri, Jaya Makmur – 84%, Ngudi Rejeki – 62%, Tani Makmur – 57%, Ngadimulyo – 52%, Subur – 51%

Probolinggo, Makmur Tiga – 8%, Genting Makmur Jaya – 7%, Baru Muncul – 3%, Margi Santosa – 0%, Mukti Jaya Satu – 0%

“Jumlah sapi di Probolinggo bahkan lebih banyak, masing-masing kelompok menerima 100 ekor jantan dan 100 betina. Di Kediri, jumlah sapi betinanya jauh lebih sedikit,” ujar Muladno.

Ia meminta Kejaksaan agar tidak hanya berfokus pada satu kelompok. “Kalau audit BPKP dijadikan dasar penetapan tersangka, maka sembilan kelompok lainnya juga harus diaudit agar adil,” lanjutnya.

Muladno menilai, kasus ini seharusnya menjadi momen refleksi pemerintah untuk memperbaiki skema bantuan peternakan. Menurutnya, selama ini banyak kelompok dibentuk secara instan, tanpa persiapan dan kemampuan memadai.

“Banyak yang hanya mengejar bantuan, bukan beternak. Akibatnya, bantuan tak dikelola dengan baik, bahkan sapinya dijual karena tidak bisa dipelihara,” jelasnya.

SASPRI sendiri selama ini fokus mendidik peternak aktif agar siap menerima bantuan secara berkelanjutan. Bantuan yang tepat sasaran, menurutnya, bukan berupa ternak, melainkan alat penunjang seperti penjepit kandang atau mesin pencacah pakan.

Ia berharap proses hukum terhadap JS diproses secara adil. “Di kandang Ngudi Rejeki saat ini masih ada 77 ekor sapi. Ini bukti bahwa hibah tidak disalahgunakan secara total,” tutupnya.

Tags: Guru Besar IPBJamin Tersangka JSKorporasi SapiPenahan Tersangka

Related Posts

Peristiwa

Beasiswa Berdaya Tahap 2 Dibuka, Pemkab Kediri Siapkan Rp30 Miliar untuk Cegah Anak Putus Sekolah

25/06/2026
Peristiwa

Kebijakan 5 Hari Sekolah di Kabupaten Kediri Belum Diputuskan, Mas Dhito: Masih Serap Aspirasi Masyarakat

25/06/2026
Peristiwa

PN Kediri Tolak Gugatan RS Aura Shifa, Pembelian 24 Persen Saham Rp12 Miliar Masih Dianggap Mengikat

24/06/2026
Peristiwa

Muktamar ke-35 NU Digelar 1–5 Agustus 2026, Lima Daerah Bersaing Jadi Tuan Rumah

24/06/2026
Peristiwa

Tutup Munas dan Konbes NU 2026, Presiden Prabowo Pukul Kenteng Bekas Bom Sebanyak Sembilan Kali

23/06/2026
Peristiwa

Tingkatkan Kemandirian Fiskal, Mas Dhito Dorong Inovasi Genjot PAD

23/06/2026
Next Post

Tragis, Pria di Surabaya Diduga Tewas Dimangsa Anjing Peliharaan Sendiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Dukung Timnas! Pemkot Blitar Gelar Nobar Kualifikasi Piala Dunia 2026

08/10/2025

Hari Kedua Lebaran, Penumpang KA Daop 7 Madiun Naik 8 Persen, Mobilitas Masih Tinggi

22/03/2026

Mas Dhito Ajak Kapolres Baru Bersinergi Layani Masyarakat Kabupaten Kediri

10/07/2025

Sinergi TNI-Polri dan BPBD Tangani Banjir dan Longsor di Kediri

17/05/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO