Madiun, Kabarutama –Kabar baik bagi pengguna jasa kereta api. Jalur rel di petak jalan antara Stasiun Kalibaru dan Stasiun Mrawan, wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, yang sempat terganggu akibat longsoran tanah, kini kembali dapat dilalui kereta api.
Namun, pemulihan jalur tersebut belum sepenuhnya menghapus dampak gangguan perjalanan. Sejumlah kereta api (KA) mengalami keterlambatan cukup panjang, bahkan mencapai 334 menit atau lebih dari lima jam.
Longsoran susulan terjadi di Km 32+2 petak jalan Kalibaru–Mrawan. Informasi awal diterima petugas pada pukul 11.05 WIB melalui laporan masinis KA Sritanjung yang mendapati adanya material longsoran di jalur tersebut.
Merespons laporan itu, petugas prasarana KAI bersama tim terkait langsung diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsoran dan melakukan perbaikan darurat.
Setelah bekerja intensif, penanganan berhasil diselesaikan pada pukul 14.10 WIB. Jalur kemudian dinyatakan aman untuk dilalui kereta api setelah melalui pemeriksaan kondisi prasarana.
Meski demikian, KAI memberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam sebagai langkah antisipasi selama masa pemulihan.
KA 160 Wijayakusuma relasi Ketapang–Cilacap menjadi kereta pertama yang melintas setelah jalur dinyatakan aman. Kereta tersebut berangkat dari Stasiun Kalibaru pukul 14.12 WIB dengan keterlambatan mencapai 121 menit.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali Operasional Perjalanan KA (Pusdalopka) pada pukul 15.17 WIB, gangguan longsoran tersebut berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api, khususnya yang melintas menuju maupun dari wilayah Daop 7 Madiun.
Berikut daftar kereta api yang terdampak:
1. KA Logawa relasi Ketapang–Madiun–Purwokerto. Kereta terpantau tiba di Stasiun Bangil pukul 14.31 WIB dengan keterlambatan 208 menit. Kedatangan di Stasiun Madiun diperkirakan pukul 18.35 WIB.
2. KA Sritanjung relasi Ketapang–Madiun–Lempuyangan. Kereta terpantau berjalan langsung di Stasiun Arjasa pukul 15.05 WIB dengan keterlambatan mencapai 334 menit. Estimasi kedatangan di Stasiun Madiun pukul 22.33 WIB.
3. KA 160 Wijayakusuma relasi Ketapang–Cilacap. Kereta ini menjadi perjalanan pertama yang melintas setelah jalur kembali dibuka, tetapi tetap mengalami keterlambatan 121 menit.
Di tengah upaya pemulihan tersebut, KAI juga menyampaikan perkembangan positif. KA 7043A Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung diberangkatkan dari Stasiun Ketapang pukul 15.00 WIB sesuai jadwal.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak gangguan perjalanan akibat longsoran tersebut.
Ia mengapresiasi kesabaran penumpang sekaligus memberikan penghargaan kepada petugas yang bekerja melakukan penanganan di lapangan.
Menurut Tohari, meskipun jalur sudah kembali dapat dilalui, KAI tetap menyiagakan personel dan melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi prasarana tetap stabil dan aman.
Pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam juga masih diberlakukan sebagai langkah preventif.
KAI mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, Contact Center KAI 121, maupun kanal informasi resmi lainnya.
Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas di stasiun maupun selama perjalanan.
Dengan kembali dibukanya jalur Kalibaru–Mrawan, operasional kereta api diharapkan berangsur normal. Meski begitu, pelanggan tetap perlu mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal selama proses pemulihan berlangsung.
KAI menegaskan keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama di tengah upaya mengembalikan kelancaran operasional kereta api.















