Kediri, Kabarutama – Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri mewisuda sebanyak 1.867 mahasiswa program diploma, sarjana, dan magister dalam prosesi wisuda ke-68 yang digelar selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Siti Nur Dianasyah, wisudawan Program Magister Pendidikan Ekonomi yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Prosesi wisuda hari pertama berlangsung di Hall Insumo Palace, Selasa (27/10/2026). Ribuan lulusan dari berbagai program studi mengikuti rangkaian kegiatan sebagai penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal perjalanan baru di dunia kerja dan masyarakat.
Berdasarkan SK Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri Nomor 1349.01/UN PGRI-Kd/A/X/2026, Siti Nur Dianasyah tercatat sebagai peraih IPK tertinggi dengan nilai sempurna 4,00 pada jenjang magister.
Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam wisuda tahun akademik 2025–2026. Selain Siti, sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi juga meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK mendekati angka 4,00.
Pada jenjang sarjana (S1), sejumlah lulusan meraih predikat wisudawan terbaik di program studi masing-masing. Mereka adalah, Quwini Yogi Lestari, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, IPK 3,96.
F. Irfando Jovan Kantur, Akuntansi, IPK 3,96, Bintang Khoirun Nadzifah Pendidikan Biologi, IPK 3,96. Rahma Raihana Diani, Teknik Industri, IPK 3,93. Dina Wahyu Mushofah Peternakan, IPK 3,91. Glennaldo Yossy Dito Mukjizad Teknik Mesin, IPK 3,89.
Sementara pada jenjang magister (S2), selain Siti Nur Dianasyah dengan IPK 4,00, Fransiskus Nanang Yulianto dari Magister Keguruan Olahraga meraih IPK 3,94.
Prestasi para lulusan tersebut menunjukkan capaian akademik mahasiswa dari berbagai bidang studi di UNP Kediri.
Ketua Panitia Pelaksana Wisuda UNP Kediri, Dr. Sulistiono, M.Si mengatakan jumlah wisudawan tahun ini meningkat sekitar 250 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Sulistiono, peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat terhadap UNP Kediri yang tetap terjaga di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.
“Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat terhadap UNP Kediri semakin meningkat. Jumlah mahasiswa baru juga masih bisa dipertahankan meskipun persaingan sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia mengakui, kehadiran program studi di luar kampus utama (PSDKU) dari perguruan tinggi negeri turut menambah persaingan dalam menarik minat calon mahasiswa. Namun, UNP Kediri berupaya mempertahankan kualitas pendidikan agar tetap menjadi pilihan masyarakat.
Sulistiono juga menyoroti keberhasilan mahasiswa penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang mampu meraih predikat wisudawan terbaik di program studi masing-masing.
Menurutnya, program KIP Kuliah menjadi salah satu jalur untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan akademik calon penerima.
“Di perguruan tinggi ada program beasiswa KIP Kuliah. Kami berupaya menjaring calon mahasiswa yang benar-benar kurang mampu secara ekonomi, tetapi memiliki kemampuan akademik yang memadai,” katanya.
Ia menyebut terdapat sekitar tiga mahasiswa penerima KIP Kuliah yang berhasil meraih predikat wisudawan terbaik di program studi masing-masing.
Capaian itu menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk berprestasi di perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Sulistiono berpesan kepada para lulusan agar menjaga nama baik keluarga dan almamater ketika terjun ke tengah masyarakat.
Menurutnya, kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk menerapkan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi.
Ia berharap para alumni mampu membawa nama baik UNP Kediri melalui kiprah dan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.
Sulistiono juga berharap masyarakat tidak ragu menjadikan UNP Kediri sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Wisuda ke-68 ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya, sekaligus bagi kampus untuk terus menjaga mutu pendidikan dan kepercayaan masyarakat di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
















