Selasa, Oktober 27, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

Cikar Mbah Gleyor Dibersihkan, Jejak Vandalisme Perlahan Hilang

redaksi by redaksi
10/09/2026
in Peristiwa
0

Kediri, Kabarutama – Coretan cat yang sempat menutupi permukaan kayu Cikar Mbah Gleyor di Desa Kandat, Kabupaten Kediri, perlahan mulai menghilang. Benda bersejarah yang menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat itu kini menjalani proses konservasi setelah menjadi sasaran vandalisme pada 31 Juli 2026.

Baca Juga :

Gus An’im Ingatkan Bahaya Nikah Siri: Saat Suami Pergi, Istri dan Anak Bisa Menanggung Risiko

Gus An’im: Nikah Bukan Cuma Urusan Agama, Ada Hak Istri dan Anak yang Harus Dilindungi

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri turun tangan melakukan pemulihan. Proses pembersihan dimulai Rabu (9/9/2026) dan ditargetkan selesai pada Minggu (13/9/2026).

Dua tenaga ahli BPK Jawa Timur dibantu empat juru pelihara dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri dikerahkan setiap hari. Mereka bekerja hati-hati agar cat yang menempel dapat dihilangkan tanpa merusak material asli cikar.

Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Kediri, Sigit Widiatmoko, mengatakan alkohol digunakan dalam proses pembersihan untuk membantu melonggarkan cat.

“Alkohol itu untuk merenggangkan cat dan tidak merusak kayu,” kata Sigit.

Setelah bekas cat dibersihkan, Cikar Mbah Gleyor akan diberi lapisan pelindung. Lapisan tersebut berfungsi melindungi material dari mikroorganisme maupun faktor lingkungan yang dapat mempercepat kerusakan.

Perawatan tidak berhenti setelah proses konservasi selesai. Sigit menyebut Cikar Mbah Gleyor perlu dirawat secara berkala, setidaknya setiap enam bulan hingga satu tahun sekali.

Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan langkah untuk meningkatkan perlindungan terhadap cikar tersebut. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan memasang papan informasi di sekitar lokasi.

Papan itu nantinya tidak hanya memuat informasi mengenai sejarah Cikar Mbah Gleyor, tetapi juga diharapkan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk ikut menjaganya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengatakan proses konservasi sejauh ini menunjukkan hasil.

“Alhamdulillah, sudah beberapa hari kita lakukan konservasi dibantu rekan-rekan dari BPK. Targetnya sekitar empat hari dan hasilnya sudah kelihatan. Bekas cat yang ada sudah mulai bisa dibersihkan,” ujarnya.

Pengamanan lokasi juga menjadi perhatian. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri akan berkoordinasi dengan pemerintah Desa Kandat untuk memastikan keberadaan cikar tetap terlindungi.

Cikar Mbah Gleyor telah masuk dalam inventarisasi benda bernilai budaya. Namun, proses penetapannya sebagai cagar budaya hingga kini belum selesai.

TACB Kabupaten Kediri merekomendasikan agar penanda inventarisasi segera dipasang. Penanda tersebut penting agar masyarakat mengetahui bahwa cikar telah tercatat sebagai benda yang memiliki nilai budaya dan perlu dilindungi.

Hasil penyelidikan kepolisian sebelumnya menyebut aksi vandalisme diduga dilakukan oleh D, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat, yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Bagi TACB Kabupaten Kediri, nilai Cikar Mbah Gleyor tidak hanya terletak pada usia atau materialnya. Keberadaan cikar tersebut telah menyatu dengan kehidupan masyarakat Desa Kandat dan menjadi bagian dari ingatan kolektif warga.

Karena itu, Sigit menilai cikar masih dapat dipertahankan di lokasi selama masyarakat mampu menjaganya.

“Kalau masyarakat mau menjaga, tetap di situ tidak masalah. Karena ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di desa ini,” tutur Sigit.

Namun, pemindahan ke museum tetap menjadi pilihan apabila faktor keamanan di lokasi dinilai tidak memungkinkan. Dengan berada di museum, benda tersebut dapat memperoleh perlindungan dan perawatan yang lebih terkontrol.

Kini, jejak vandalisme di tubuh Cikar Mbah Gleyor perlahan dihapus. Proses konservasi itu bukan sekadar mengembalikan warna asli kayu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga cerita masa lalu agar tetap dapat dikenali dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tags: Cikar Mbah GleyorDibersihkanJejak Vandalismekediri

Related Posts

Peristiwa

Gus An’im Ingatkan Bahaya Nikah Siri: Saat Suami Pergi, Istri dan Anak Bisa Menanggung Risiko

27/10/2026
Peristiwa

Gus An’im: Nikah Bukan Cuma Urusan Agama, Ada Hak Istri dan Anak yang Harus Dilindungi

26/10/2026
Peristiwa

Mas Dhito Tegas soal Bullying, Siswa Pelaku Terancam Skors hingga DO

26/10/2026
Peristiwa

Kapolres Blitar Kota Tekankan Disiplin dan Etika Bermedia Sosial ke Pelajar

26/10/2026
Peristiwa

Operasi Patuh Semeru 2026 Resmi Dimulai di Kediri, ETLE dan Tilang Manual Diterapkan

26/10/2026
Peristiwa

Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Polres Kediri Kerahkan 96 Personel

26/10/2026
Next Post

Akses Menuju Kawah Kelud Kembali Dibangun, Pemkab Kediri Tambah Jalan 243 Meter

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Polres Kediri Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi, Pria Asal Lampung Selatan Ditangkap dengan 240 Liter Pertalite

30/04/2026

KPU Kota Blitar Sortir dan Lipat Surat Suara Pilwali, Jadi yang Pertama di Jawa Timur

16/10/2024

Workshop Guru PAI di Kediri Soroti Dua Hal Penting: Kompetensi Mengajar dan Akhlak Siswa

16/10/2026

Ponpes LDII Wali Barokah Jadi Motor Transformasi Posyandu 6 SPM di Kediri

29/04/2026
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO