BLITAR – Gelombang protes pencairan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar makin memanas. Senin (7/9), puluhan perwakilan cabang olahraga (cabor) menggeruduk kantor DPRD dan Walikota Blitar.
Menariknya, Wakil Walikota Blitar Elim Tyu Samba tampak berada di barisan terdepan mendampingi massa aksi.
Massa menuntut dua poin krusial, pencairan anggaran hibah KONI dan pengembalian sekretariat KONI yang ditarik Pemkot Blitar. Elim menilai tertahannya dana operasional dan fasilitas mengancam pembinaan atlet daerah.
“Kami tidak menuntut macam-macam, hanya menuntut hak kami,” tegas Elim di tengah kerumunan massa.
Ia mendesak Pemkot Blitar menyikapi persoalan ini secara bijak tanpa menyeret insan olahraga ke pusaran dinamika politik.
“Jangan sampai ada ego politik. Kami berharap pemkot dewasa, jangan atlet yang jadi korban,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemkot Blitar menepis tudingan sengaja menghambat atau mengintervensi kepengurusan KONI.
Pj Sekretaris Daerah Kota Blitar Tri Iman menegaskan, penundaan pencairan semata-mata demi tertib administrasi dan kepatuhan pada regulasi keuangan negara.
Pemkot baru bisa mengucurkan dana hibah setelah ada penetapan Ketua KONI Kota Blitar yang definitif dan sah secara hukum.
“Kalau sudah definitif dan sah hukum, terserah mau digunakan sesuai perencanaan awal,” terang Tri Iman.
Ia menekankan bahwa langkah pemkot berpatokan pada tata kelola barang milik daerah dan keuangan negara, bukan intervensi organisasi.
















