kabarutama.co – Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 bukan hanya tentang upacara, bendera merah putih, atau berbagai perayaan di bulan Agustus. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah kesempatan bagi kita untuk kembali bertanya: sudah sejauh mana kita ikut menjaga Indonesia?
Sebagai kader muda Nahdlatul Ulama, khususnya di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor, saya melihat kemerdekaan sebagai amanah yang harus terus dirawat. Para pendiri bangsa telah mewariskan Indonesia kepada kita dengan segala keberagamannya. Tugas generasi hari ini bukan sekadar menikmati hasil perjuangan mereka, tetapi memastikan persaudaraan dan persatuan tetap berdiri kokoh.
Indonesia adalah rumah besar. Di dalamnya ada berbagai suku, agama, budaya, bahasa, dan pilihan politik. Perbedaan itu bukan alasan untuk saling menjauh. Justru dari sanalah kita belajar bahwa menjadi Indonesia berarti mampu hidup bersama dalam keberagaman.
Semangat kebangsaan inilah yang sejak dulu menjadi bagian penting dari perjuangan Nahdlatul Ulama dan Ansor. Bagi kami, mencintai tanah air bukan sekadar slogan. Menjaga lingkungan, membantu masyarakat, menghormati perbedaan, melawan hoaks, menjaga kerukunan, serta hadir ketika masyarakat membutuhkan adalah bentuk sederhana dari mengisi kemerdekaan.
Di usia Indonesia yang ke-81, tantangan kita tentu berbeda dengan para pejuang kemerdekaan dahulu. Mereka berjuang dengan senjata dan pengorbanan. Kita menghadapi tantangan melalui pendidikan, ekonomi, teknologi, media sosial, hingga bagaimana menjaga ruang publik agar tetap sehat dan penuh persaudaraan.
Karena itu, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Anak muda harus hadir sebagai bagian dari solusi.
Ansor harus terus menjadi organisasi yang dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap memiliki akar nilai yang kuat. Kita boleh modern dalam cara berpikir, kreatif dalam bergerak, dan adaptif terhadap teknologi, tetapi jangan sampai kehilangan akhlak, gotong royong, dan rasa cinta kepada sesama.
Kemerdekaan juga harus dirasakan sampai ke tingkat paling bawah. Jangan sampai kemajuan hanya dinikmati oleh sebagian orang, sementara masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, dan kesempatan untuk berkembang.
Maka, memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama: membangun Indonesia dari lingkungan kita masing-masing.
Tidak harus menunggu menjadi pejabat untuk berbuat baik. Tidak harus memiliki jabatan tinggi untuk bermanfaat. Dari kampung, pesantren, sekolah, tempat kerja, organisasi, hingga ruang digital, kita semua memiliki peran.
Sebagai Ketua Ansor, saya mengajak seluruh kader dan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan kemerdekaan sebagai energi untuk bergerak. Mari kita rawat persaudaraan, kita jaga toleransi, kita perkuat gotong royong, dan kita hadir untuk masyarakat.
Karena Indonesia yang kuat bukan hanya dibangun oleh mereka yang hebat, tetapi oleh banyak orang yang mau mengambil bagian.
Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Mari terus merdeka dalam pikiran, merdeka dalam berkarya, dan merdeka dalam memberikan manfaat bagi sesama.
Dirgahayu Republik Indonesia.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
















