BLITAR – Sekolah Rakyat Kota Blitar menyiapkan pola pendampingan khusus bagi para siswa untuk mencegah terjadinya perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Salah satu langkah yang diterapkan adalah sistem wali asuh dengan pendampingan lebih dekat kepada setiap siswa.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian setelah isu perundungan turut menjadi sorotan di wilayah Blitar. Pemerintah Kota Blitar ingin memastikan Sekolah Rakyat menjadi ruang belajar yang aman sekaligus menjaga hubungan dan kesetaraan antarsiswa.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan pencegahan bullying menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Menurutnya, siswa akan mendapatkan pendampingan secara ketat dengan tetap mengedepankan kesetaraan.
“Jadi Insyaallah di Sekolah Rakyat tidak ada pembullyan. Mereka akan dididik secara ketat dan kesetaraan di sini betul-betul dijaga,” kata Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal kegiatan belajar di kelas. Pembentukan sikap dan karakter juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Karena itu, hubungan antarsiswa perlu mendapat perhatian agar tidak muncul perlakuan yang bisa merugikan peserta didik.
Untuk memperkuat pendampingan, Sekolah Rakyat Kota Blitar menerapkan sistem wali asuh. Dalam pola tersebut, satu orang wali asuh akan mendampingi sekitar 10 siswa. Jumlah tersebut diharapkan membuat perkembangan anak bisa dipantau secara lebih dekat.
Pola pendampingan itu juga diharapkan membantu sekolah mengenali kondisi serta potensi masing-masing siswa. Dengan pemantauan yang lebih dekat, kebutuhan anak selama mengikuti pendidikan dapat lebih mudah diperhatikan.
Di sisi lain, orang tua siswa diminta memberikan kepercayaan kepada pihak sekolah selama anak mereka mengikuti proses pendidikan. Pemerintah Kota Blitar ingin para siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran secara akademik, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan potensi masing-masing.
“Orang tua tidak perlu khawatir, jadi putra-putri di Sekolah Rakyat ini betul-betul digali potensinya,” ujar Syauqul.
Selain mendapat pendampingan dari wali asuh, para siswa juga didorong untuk memperluas wawasan melalui interaksi dengan berbagai pihak. Menurut Syauqul, kesempatan tersebut penting agar siswa memiliki pengalaman yang lebih beragam dan mengenal banyak sudut pandang.
“Siswa-siswi harus menggunakan kesempatan ini untuk bertemu dan belajar dari orang-orang hebat,” pesannya.
Syauqul menilai pendidikan di Sekolah Rakyat nantinya tidak berhenti pada pencapaian akademik. Para siswa juga diharapkan memiliki bekal untuk menghadapi masa depan sekaligus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Karena itu, saya ingin memastikan anak-anak di Kota Blitar mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik, sehingga siswa-siswi dapat mempersiapkan masa depan dan memberikan manfaat bagi kota serta masyarakat,” tuturnya.















