Kediri, Kabarutama – Persik Kediri melanjutkan rangkaian persiapan pramusim dengan ambil bagian dalam Malacca Governor’s 77th Anniversary International Quadrangular Football Tournament 2026 di Melaka, Malaysia.
Turnamen yang mempertemukan empat klub dari empat negara tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Hang Jebat, Melaka, mulai 15 Agustus 2026. Selain Persik, ajang ini diikuti tuan rumah Melaka FC, Jurong FC dari Singapura, serta Phnom Penh Crown FC (PP Crown FC) dari Kamboja.
Bagi Persik, turnamen tersebut menjadi kesempatan untuk menguji perkembangan tim sebelum menghadapi musim baru. Macan Putih dijadwalkan menjalani dua pertandingan selama berada di Malaysia.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menilai pertandingan internasional tersebut penting untuk memberikan pengalaman kepada pemain. Ia juga berencana memberikan kesempatan bermain kepada seluruh pemain yang dibawa.
“Kami akan bermain dua kali di kompetisi tersebut, yang sangat membantu dalam persiapan menuju musim baru. Pada saat yang sama kami akan berkompetisi dan mencoba untuk tampil maksimal. Semua pemain akan kami coba turunkan dalam pertandingan nanti,” ujar Marcos.
Meski berstatus turnamen pramusim, Marcos menegaskan Persik tetap membawa target meraih kemenangan. Menurut dia, pertandingan melawan klub dari negara lain akan memberikan pengalaman berbeda bagi skuadnya.
“Kami akan berusaha untuk menang. Seperti yang selalu kami lakukan dalam setiap pertandingan. Ini adalah kompetisi pramusim, tapi juga pertandingan internasional,” katanya.
Pelatih asal Spanyol tersebut berharap para pemain dapat memanfaatkan setiap pertandingan untuk memahami karakter permainan lawan sekaligus menguji kemampuan Persik dalam menghadapi situasi berbeda.
Menurut Marcos, pengalaman menghadapi klub dari Malaysia, Singapura, dan Kamboja dapat menjadi bahan evaluasi penting. Tim pelatih bisa melihat sejauh mana perkembangan permainan kolektif sekaligus menentukan aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Bukan hanya terkait pramusim, tapi juga bagaimana bermain sebagai sebuah tim, bagaimana menghadapi sebuah tim dari negara lain. Kami akan berusaha memberikan segalanya untuk menang,” ujarnya.
Kesempatan tersebut juga mendapat perhatian dari Sport Director Persik Kediri, Razzi Taruna. Ia menyebut keikutsertaan dalam turnamen internasional bukan sekadar agenda persiapan, tetapi juga kesempatan bagi Persik untuk membawa identitas klub ke panggung yang lebih luas.
“Bukan hanya soal pertandingan, di kompetisi ini Persik Kediri bisa merepresentasikan identitas serta nilai-nilai sebagai sebuah klub pemilik dua gelar juara Liga Indonesia,” kata Razzi.
Ia menambahkan, para pemain dapat menggunakan pengalaman tersebut untuk mengembangkan kemampuan, baik secara individu maupun sebagai bagian dari tim.
Dengan menghadapi tiga klub dari negara berbeda, Persik diharapkan memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kesiapan skuad sebelum kompetisi resmi dimulai. Turnamen di Melaka sekaligus menjadi arena bagi Marcos Reina untuk menguji berbagai komposisi dan pola permainan.
Bagi Macan Putih, dua laga di Malaysia bukan hanya soal mengejar hasil. Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk membangun kekompakan, menemukan kekurangan, dan mematangkan tim menghadapi musim baru.
















