Kediri, kabarutama – Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 menyiapkan sekitar 400 personel pengamanan internal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengamanan akan diperkuat dengan sistem empat ring serta koordinasi bersama TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.
Kesiapan pengamanan ditegaskan usai Rapat Koordinasi (Rakor) final dan Apel Kesiapsiagaan Banser yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Selasa (16/6/2026) kemarin.
Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan konsep pengamanan yang diterapkan tidak semata berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan pelayanan kepada ulama, kiai, dan peserta kegiatan.
“Dari unsur internal NU akan diterjunkan sekitar 400 personel pengamanan,” kata Nabil kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
Personel tersebut berasal dari berbagai badan otonom (Banom) NU, di antaranya GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, Pasukan Inti, CBP IPNU, KPP IPPNU, Garda Fatayat, serta unsur lainnya. Pengamanan juga akan dilakukan dalam satu sistem komando yang mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.
Selain menyiapkan personel, panitia juga menerapkan sistem empat ring pengamanan yang mencakup area kegiatan hingga lingkungan utama penyelenggaraan. Setiap peserta, peninjau, dan tamu undangan diwajibkan menggunakan kartu identitas (ID card) yang dilengkapi barcode sebagai bagian dari mekanisme penyaringan akses masuk.
“Semua peserta akan dibekali ID card yang memiliki barcode. Itu menjadi bagian dari proses screening saat memasuki lokasi kegiatan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, panitia telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Koordinasi dilakukan terutama terkait pengaturan lalu lintas dan mobilitas peserta mengingat lokasi kegiatan berada di kawasan dengan akses jalan yang relatif terbatas.
Nabil mengatakan hingga saat ini pihaknya belum melihat adanya potensi gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan Munas-Konbes. Namun, berbagai skenario mitigasi tetap disiapkan guna menjaga kelancaran acara.
Di lokasi utama kegiatan, panitia menyiapkan 16 pos pengamanan yang akan diisi personel Banom NU bersama unsur aparat terkait. Pengamanan juga akan diterapkan pada sejumlah agenda yang melibatkan tamu penting, termasuk pejabat pemerintah yang dijadwalkan hadir dalam pembukaan maupun penutupan kegiatan.
Sementara itu, terkait materi yang diperkirakan menjadi pembahasan hangat dalam forum, Nabil menyebut sejumlah usulan reformasi organisasi berpotensi mendapat perhatian peserta. Salah satunya adalah usulan agar badan otonom NU memperoleh hak suara dalam forum muktamar mendatang.
Munas dan Konbes NU 2026 merupakan forum permusyawaratan strategis yang membahas berbagai rekomendasi organisasi sebelum dibawa ke muktamar. Hingga rakor terakhir, sebanyak 30 pengurus wilayah NU dilaporkan telah mendaftarkan delegasinya dan panitia optimistis seluruh wilayah akan hadir dalam forum tersebut.















