Kediri – Perum BULOG mencatat capaian bersejarah dengan stok beras nasional yang untuk pertama kalinya menembus angka 5 juta ton. Pencapaian ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa jumlah stok beras yang dikelola saat ini mencapai 5.000.198 ton. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Pencapaian ini bukan sekadar angka, tetapi fondasi penting untuk memastikan pasokan dan harga beras tetap stabil, serta menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujarnya saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam inspeksi di gudang BULOG.
Di tingkat daerah, kondisi serupa terjadi di Kediri. Stok beras di wilayah ini telah mencapai 103.150 ton, ditambah cadangan minyak goreng sebanyak 750.000 liter. Tingginya volume stok membuat seluruh gudang BULOG Cabang Kediri penuh.
Pemimpin Cabang BULOG Kediri, Harisun, mengatakan pihaknya terpaksa menyewa gudang tambahan guna menampung hasil penyerapan gabah petani yang masih berlangsung.
“Hingga saat ini, penyerapan gabah mencapai 88.759.140 kilogram atau setara 45.400.300 kilogram beras,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan, tingginya penyerapan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Dengan stok yang tersedia saat ini, BULOG memastikan kebutuhan beras masyarakat di wilayah kerja Kediri, termasuk Kota dan Kabupaten Kediri serta Kabupaten Nganjuk, dalam kondisi aman hingga 12 bulan ke depan.
Meski demikian, peningkatan stok juga menuntut pengelolaan distribusi dan penyimpanan yang optimal agar kualitas beras tetap terjaga dan biaya operasional tidak membengkak.















