Madiun — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api meskipun masa Angkutan Lebaran 2026 telah berakhir. Pengawasan di jalur rel dan perlintasan sebidang tetap diperketat seiring masih tingginya frekuensi perjalanan kereta, terutama pada momen libur panjang Wafatnya Yesus Kristus.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa berakhirnya masa posko Angkutan Lebaran bukan berarti pengawasan turut dikendurkan. “Keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas utama yang tidak mengenal batas waktu. Kami tetap siaga di titik-titik rawan,” ujarnya.
Berdasarkan data evaluasi selama masa Angkutan Lebaran 2026, tercatat enam kejadian gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Daop 7 Madiun. Insiden tersebut meliputi tiga kasus orang menemper kereta api, dua kejadian kendaraan menemper kereta, serta satu kasus kendaraan mogok di perlintasan sebidang.
Menurut Tohari, sebagian besar kejadian dipicu oleh kelalaian pengguna jalan, seperti tidak berhenti saat sinyal berbunyi atau menerobos palang pintu. Oleh karena itu, KAI terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui kampanye keselamatan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengampanyekan gerakan #BERTEMAN, yakni imbauan untuk berhenti, menengok kiri dan kanan, memastikan kondisi aman, lalu melintas. “Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah kecelakaan di perlintasan,” katanya.
KAI juga mengingatkan bahwa jalur kereta api merupakan area steril sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam aturan tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di jalur rel maupun perlintasan yang dapat membahayakan perjalanan kereta.
Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15 juta.
Sepanjang tahun 2025, KAI Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 24 kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang dan jalur rel. Data ini menunjukkan masih rendahnya tingkat kedisiplinan sebagian pengguna jalan.
Untuk menekan angka kecelakaan, KAI Daop 7 Madiun telah menyiapkan sejumlah langkah strategis pada 2026. Di antaranya adalah menggelar minimal 12 kegiatan sosialisasi keselamatan setiap bulan serta menargetkan penutupan delapan titik perlintasan sebidang yang dinilai rawan.
KAI mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel, selalu berhenti sebelum melintasi perlintasan, dan tidak menerobos palang pintu yang telah ditutup.
“Disiplin dan kewaspadaan adalah kunci utama keselamatan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” tutur Tohari.














