Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat telah melayani sebanyak 492.095 pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas 237.300 pelanggan berangkat dan 254.795 pelanggan tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat total 464.024 pelanggan.
“Secara okupansi, jumlah pelanggan pada Angkutan Lebaran tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, puncak arus keberangkatan terjadi pada 24 Maret 2026 atau H+2 Lebaran dengan jumlah 17.758 pelanggan diberangkatkan. Sementara itu, puncak kedatangan tercatat pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran dengan 15.131 pelanggan tiba di wilayah Daop 7.
Meski Posko Angkutan Lebaran telah resmi ditutup pada 30 Maret 2026, operasional layanan tetap berjalan optimal hingga berakhirnya masa angkutan pada 1 April 2026.
Tohari menambahkan, pihaknya memprediksi adanya peningkatan kembali jumlah penumpang seiring momentum libur panjang memperingati Wafat Yesus Kristus yang jatuh pada 3 April 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KAI Daop 7 Madiun mengoperasikan kereta tambahan, yakni KA Brantas Tambahan, hingga 5 April 2026.
“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan, termasuk dalam menghadapi potensi lonjakan pada libur panjang ini,” kata Tohari.
KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memesan tiket lebih awal guna menghindari kehabisan tiket di periode libur.















