Jakarta — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, resmi melantik dua pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (1/4), di Jakarta.
Dua pejabat yang dilantik yakni Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi serta Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum.
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan serah terima jabatan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Imigrasi dari Yuldi Yusman kepada Hendarsam Marantoko. Yuldi diketahui telah menjabat sebagai Plt. Dirjen Imigrasi selama kurang lebih satu tahun.
Dalam sambutannya, Agus Andrianto menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar tugas administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan profesionalisme dan integritas.
“Kepercayaan yang diberikan ini bukan hanya menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan, tetapi juga menjadi panutan dalam profesionalisme dan etika kerja,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kewenangan yang dimiliki Kemenimipas merupakan pendelegasian langsung dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga seluruh jajaran dituntut memberikan kontribusi maksimal dalam mencapai tujuan nasional.
Selain itu, Agus menekankan pentingnya penggunaan anggaran negara secara bertanggung jawab. Menurutnya, seluruh kegiatan kementerian dibiayai oleh uang rakyat sehingga harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Penggunaan anggaran harus benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” tegasnya.
Dalam arahannya, Agus juga menyampaikan pesan filosofis kepada para pejabat yang dilantik. Ia mengajak seluruh jajaran untuk memanfaatkan setiap kesempatan dalam jabatan sebagai sarana memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Puncak jabatan bukanlah tujuan akhir, tetapi bagaimana kita dapat meninggalkan jejak kebaikan bagi institusi dan bangsa,” katanya.
Kepada Hendarsam Marantoko, Agus berpesan agar menjadikan 15 Program Aksi Kemenimipas sebagai pedoman dalam mengembangkan kebijakan keimigrasian. Ia berharap pelayanan imigrasi semakin optimal dan mampu menjadi contoh bagi instansi lain.
Sementara itu, kepada Iwan Santoso, Agus menegaskan bahwa posisi staf ahli memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan. Ia diharapkan mampu menjadi “radar dan kompas” bagi menteri dalam menentukan arah kebijakan.
Di akhir sambutannya, Agus mengingatkan pentingnya menjaga soliditas dan kolaborasi di lingkungan Kemenimipas, terutama dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yuldi Yusman atas dedikasinya selama menjabat sebagai Plt. Dirjen Imigrasi.
“Atas pengabdian dan capaian yang telah diraih, kami mengucapkan terima kasih dan berharap hal tersebut dapat terus dilanjutkan,” ujarnya.















