Kediri — Kehadiran Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Karyoto, dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas di Kediri menegaskan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kehadiran aparat di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Kota, Senin (20/4/2026) malam itu, dirangkaikan dengan peluncuran program Ronda Digital berbasis integrasi CCTV sebagai upaya memperkuat sistem keamanan lingkungan.
Dalam sambutannya, Karyoto menyampaikan bahwa teknologi seperti CCTV dan sistem pemantauan digital memang penting untuk mendukung tugas kepolisian. Namun, ia menegaskan bahwa kehadiran langsung personel Polri dan TNI tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Teknologi sangat membantu, tetapi kehadiran anggota di tengah masyarakat tetap yang utama. Berikan pelayanan yang humanis dan jangan sampai menyakiti hati masyarakat,” ujarnya.
Karyoto menjelaskan, kunjungannya ke Kediri merupakan bagian dari pemantauan langsung terhadap kondisi kamtibmas di daerah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota KH. Qowimuddin Thoha, serta sejumlah pejabat TNI-Polri dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Vinanda mengapresiasi inovasi Ronda Digital yang dinilai mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, integrasi CCTV memungkinkan warga memantau kondisi sekitar secara mandiri.
“Ini adalah bentuk gotong royong modern berbasis teknologi. Harapannya bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyatakan pihaknya siap mendukung penuh implementasi Ronda Digital sebagai bagian dari strategi pemeliharaan kamtibmas yang modern dan responsif.
Ia menambahkan, keberadaan Bhabinkamtibmas akan terus dioptimalkan untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui dialog antara masyarakat dan para pejabat yang hadir. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan sarana kamtibmas sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sistem keamanan berbasis masyarakat.
Melalui forum Ngopi Kamtibmas, diharapkan terbangun komunikasi dua arah antara aparat dan warga, sehingga setiap persoalan keamanan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan humanis.















