Kediri — Kontingen National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kediri menorehkan capaian membanggakan pada ajang Kejuaraan Paralimpik Provinsi Jawa Timur (Keparprov) 2025 yang digelar di Surabaya pada 4–7 Desember 2025. Dalam kejuaraan yang diikuti 80 kontingen se-Jawa Timur tersebut, Kabupaten Kediri berhasil mencuri perhatian lewat performa stabil para atletnya dengan mengoleksi 18 medali, terdiri dari 6 emas, 5 perak, dan 7 perunggu.
Raihan ini sekaligus menempatkan NPCI Kabupaten Kediri pada peringkat keenam klasemen akhir, sebuah prestasi yang menunjukkan perkembangan signifikan pembinaan atlet difabel di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Gelaran Keparprov Paraatletik Jatim 2025 disebut berlangsung ketat sejak hari pertama. Para atlet dari berbagai daerah tampil dengan strategi matang, memperebutkan peluang terbaik menuju tingkat nasional. Meski menghadapi atlet-atlet unggulan dari daerah lain, kontingen Kediri tetap tampil percaya diri.
Salah satu momen paling membanggakan datang ketika Yerikho Cristian Makamea melesat cepat dan menyabet medali emas kategori lari 800 meter. Tidak berhenti di situ, Yerikho juga berhasil menambah koleksi medali dengan perak dari nomor lompat jauh.
Di nomor sprint, Ilham Zam Zami dan Riris Keyrana Putri menjadi pelari yang mencuri perhatian. Ilham merebut emas lari 200 meter, sementara Riris menunjukkan dominasinya dengan dua medali emas sekaligus dari lari 100 meter dan lari 200 meter.
Pada sektor lempar, atlet Kediri juga menunjukkan kekuatan yang solid. Reva Yulio Ardiansah membawa pulang emas lempar cakram, disusul raihan perak Elizabeth Ratnaningsih dari nomor yang sama. Sementara itu, beberapa atlet lain juga menambah pundi-pundi medali melalui nomor tolak peluru, lempar lembing, dan lempar cakram.
Pelatih NPCI Kabupaten Kediri, Ruruh Andayani Bekti, mengungkapkan kebanggaan mendalam atas performa para atlet di Keparprov kali ini. Ia menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil proses panjang yang telah dijalani kontingen sebelum turun bertanding.
“Ini hasil dari kerja keras, latihan terstruktur, dan konsistensi para atlet. Mereka benar-benar mempersiapkan diri dengan baik dan tampil maksimal,” kata Ruruh.
Menurutnya, prestasi ini tidak hanya penting bagi NPCI Kabupaten Kediri, tetapi juga menjadi energi positif bagi komunitas difabel agar semakin percaya diri dan termotivasi mengembangkan potensi di bidang olahraga.
“Harapan kami, prestasi ini bisa memacu teman-teman difabel lainnya agar semakin termotivasi. Mereka bisa melihat bahwa peluang untuk berprestasi itu terbuka lebar,” tambahnya.
Selain mengapresiasi capaian atlet, Ruruh juga menegaskan pentingnya keberlanjutan penyelenggaraan kejuaraan paralimpik tingkat daerah, provinsi, hingga nasional. Ia menilai ajang seperti Keparprov menjadi wadah vital bagi atlet difabel untuk mendapatkan pengalaman bertanding serta mengasah mental kompetitif.
“Kejuaraan paralimpik ini menjadi wadah penting bagi atlet disabilitas untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Dari sini mereka bisa belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kemampuan,” ujarnya.
Ruruh berharap pemerintah daerah serta organisasi olahraga terkait terus mendukung pelaksanaan ajang olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas.
Daftar Lengkap Peraih Medali NPCI Kabupaten Kediri
Medali Emas, Yerikho Cristian Makamea Lari 800 meter, Ilham Zam Zami — Lari 200 meter, Reva Yulio Ardiansah — Lempar cakram, Riris Keyrana Putri — Lari 100 meter, Riris Keyrana Putri — Lari 200 meter.
Medali Perak, Yerikho Cristian Makamea — Lompat jauh, Muhammad Fahmi Zulfadly — Tolak peluru, Elizabeth Ratnaningsih — Lempar cakram.
Medali Perunggu, Azri Fitrobin Alfaizin — Lempar cakram, Muhammad Fahmi Zulfadly — Lempar cakram, Muhammad Fahmi Zulfadly — Lempar lembing, Tim NPCI Kabupaten Kediri — Voli duduk.
Keberhasilan NPCI Kabupaten Kediri menutup Keparprov Paraatletik Jatim 2025 dengan 18 medali menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga difabel di daerah tersebut berjalan pada jalur yang tepat. Dengan dukungan pelatih, fasilitas, serta semangat para atlet yang terus tumbuh, Kediri memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah dengan kekuatan paralimpik yang diperhitungkan di masa depan.
















