Senin, Februari 9, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home UTAMA

Survival Ojek Pangkalan

redaksi by redaksi
21/12/2025
in UTAMA
0

Dr A. Hakam Sholahuddin

Handoko tak mengira kehadiran handphone yang selalu digenggamnya itu akhirnya menggerus usaha yang sejak lama dilakoninya. Tidak ada notifikasi dari hape-nya meminta order aplikasi ojek. Namun, kesabaran dan keteguhan usaha itu dijalani demi menafkahi anak dan istri dengan mangkal di perempatan Jepun Tulungagung.
Iya itulah nasib ojek pangkalan yang berjuang dan bertahan hidup di tengah gempuran maraknya ojek online. Bagi ojek pangkalan, perjuangan bukan sekadar soal pendapatan, tapi soal martabat hidup. Mereka bukan tidak mau berubah, tapi perubahan sering datang tanpa memberi waktu untuk bersiap. Ketika ojek online hadir dengan sistem, algoritma, dan promosi, ojek pangkalan tetap berdiri dengan modal kepercayaan. Tapi dari situlah keyakinan rezeki sudah dibagi secara adil oleh Tuhan yang mahakuasa.
Tidak banyak pangkalan ojek di Tulungagung yang kini tetap bertahan. Mungkin hanya dijumpai di timur perempatan Jepun. Dulu mereka menamai Paguyuban Ojek Jepun. Tapi nama ‘sektarian’ itu kini tidak dibolehkan. Kini berganti nama Trantib Ojek Tulungagung.
Bagi ojek pangkalan bertahan bukanlah hal mudah. Penumpang makin jarang. Kadang mereka hanya duduk, berbincang, menunggu nasib datang secara giliran penumpang bis yang turun. “Biasanya penumpang bis dari Jakarta atau Surabaya turun di perempatan Jepun dan tidak dijemput oleh kerabatnya,” ujar pria paruh baya.
Tapi sambil menunggu itulah tampak keteguhan dan pantang menyerah. Alhamdulillah tiap hari atau setiap malam ada penumpang diangkutnya. “Besaran ongkos juga tawar menawar sesuai kesepakatan. Biasanya sudah biasa langsung naik, nggak perlu ngenyang,” tegasnya.
Kenapa? Ya penumpang yang menggunakan jasa ojeknya biasanya sudah larut malam. Bis jurusan Blitar terakhir hanya sampai jam 18.30. Tidak ada pilihan lain karena tidak ada kendaraan umum lagi. Sehingga mau tidak mau menggunakan jasa ojek pangkalan. Apalagi rumahnya Tulungagung selatan seperti Kalidawir atau Pucanglaban. Sudah pasti ngojek. Pendapatan tentu tidak seberapa dibanding dengan ojek online. Setiap saat terima notifikasi panggilan dan lokasinya pun bisa anywhere.
Perjuangan ojek pangkalan ini adalah cerita tentang ekonomi kecil yang berhadapan dengan arus besar modernisasi. Mereka mengajarkan bahwa bertahan hidup tidak selalu soal kecepatan, tapi tentang ketulusan, kesabaran, dan kesetiaan pada ruang hidupnya sendiri.
Di pangkalan Jepun ini tak kurang ada 20 pengojek. Mereka terdaftar di kantor kepolisian. Dengan menyerahkan KTP, KK, STNK bagi motor beserta SIM untuk didata dan mendapatkan kartu tanda anggota. Bahkan mereka mendapatkan sertifikat. Bagaimana tidak terjadi kecemburuan berebut penumpang, mereka sudah menerapkan sistem antrean dan giliran untuk angkut penumpang. Kalau ada ojek online mengangkut penumpang di area ojek pangkalan sudah pasti kena denda atau bisa terjadi keributan. Sesuai aturan tidak ada yang dilanggar Ojek online. Sebab mereka sudah dilindungi oleh negara melalui regulasi, boleh angkut penumpang tanpa zonasi asal ada notifikasi order jemputan penumpang. Namun perebutan hingga keributan bakal terjadi. Sehingga dibutuhkan ketertiban dalam mengangkut penumpang di area ojek pangkalan. Memang ojek pangkalan sering disalahkan ketika terjadi keributan. Padahal mereka hanya mempertahankan kesepakatan lama yang tak pernah diakui negara. Aturan yang mereka pegang bukan tertulis, tapi adil menurut mereka. Sayangnya, aturan semacam ini jarang dianggap penting.
Namun mereka tetap bertahan. Menunggu, menyapa, dan menjaga pangkalan. Dalam cara sederhana itu, ojek pangkalan mengajarkan bahwa hukum bukan hanya soal pasal, tapi juga soal rasa keadilan. Dan kadang, perjuangan terbesar adalah tetap bertahan meski tak pernah benar-benar diakui. Mereka memilih menunggu penumpang tengah malam ketika kendaraan umum sudah tidak kelihatan mengaspal. Tetap sabar dan kuat, bukan begitu kang ojek?

Baca Juga :

Deklarasi Kampung Anti Korupsi, Warga Bendogerit Kota Blitar Gaungkan Berantas Mafia Tanah

Bawa Pocong hingga Bagi Sayur, Cara Unik Satlantas Blitar Kota Edukasi Pengguna Jalan

Penulis adalah pengajar Sosiologi Hukum Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Satu Tulungagung.

Tags: ojek pangkalan

Related Posts

UTAMA

Deklarasi Kampung Anti Korupsi, Warga Bendogerit Kota Blitar Gaungkan Berantas Mafia Tanah

07/02/2026
UTAMA

Bawa Pocong hingga Bagi Sayur, Cara Unik Satlantas Blitar Kota Edukasi Pengguna Jalan

06/02/2026
UTAMA

‎Bus Lulus Ramp Check dan Tes Sopir, Polres Blitar Kota Pasang Tanda Khusus

04/02/2026
Hukum dan Kriminal

Cekcok Berujung Maut, Menantu Habisi Mertua di Wonodadi Blitar

27/01/2026
UTAMA

Wali Kota Blitar Apresiasi Puluhan Ribu Jamaah di Istighosah Kubro Satu Abad NU

24/01/2026
UTAMA

Polres Paniai Amankan Kunker Gubernur Papua Tengah saat Penyerahan Bantuan Pendidikan

23/01/2026
Next Post

Musyawarah Kubro NU di Lirboyo Putuskan Tiga Tahapan Penyelesaian

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Polri Sukses Kawal Mudik Lebaran 2025, Pemudik: Perjalanan Jadi Lancar dan Nyaman!

01/04/2025

Bos Sentosa Seal Resmi Jadi Tersangka Penggelapan Ijazah Mantan Karyawan

24/05/2025

Cara Mengecek Status Penerima Bansos BLT BBM 2025 Melalui Situs Web Resmi Kemensos

22/02/2025

Polresta Malang Kota Berhasil Ungkap Tiga Kasus Pencabulan Dua Diantaranya Libatkan Ayah Kandung

26/02/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO