Kediri – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kandangan 2 resmi diluncurkan di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Program ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, mengatakan bahwa pada awal peluncurannya program SPPG sempat mendapat cemoohan dari sebagian masyarakat. Namun seiring waktu, manfaat program tersebut mulai dirasakan.
“Banyak aspek yang bisa terakomodasi, mulai dari pemenuhan gizi hingga peningkatan intelektual anak,” ujar Ahmad Khotib.
Ia menjelaskan bahwa fungsi otak sangat bergantung pada asupan energi, khususnya karbohidrat. Menurutnya, anak-anak membutuhkan nutrisi dari nasi dan gula agar dapat belajar secara optimal.
“Anak-anak belajar menggunakan otak, dan itu membutuhkan energi dari karbohidrat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Khotib menegaskan bahwa upaya penanganan stunting tidak hanya menyasar balita, tetapi juga remaja. Pemenuhan gizi sejak usia remaja dinilai penting untuk menciptakan generasi sehat di masa depan.
“Kami menghimbau agar pihak SPPG selalu menjaga kualitas menu yang disajikan. Jika ada keluhan, masyarakat bisa langsung menyampaikan kepada kepala SPPG agar segera ditangani,” pungkasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri juga memastikan aspek higienitas dan sanitasi dalam pelaksanaan MBG terus dipantau oleh puskesmas setempat guna menjamin keamanan dan kualitas makanan bagi penerima manfaat.
Sementara itu, Danramil Kandangan Kapten Inf Wahyudi menegaskan dukungan penuh TNI terhadap keberlanjutan program SPPG. Ia berharap program ini mampu menjangkau seluruh penerima manfaat di Kecamatan Kandangan.
“Di Kecamatan Kandangan terdapat sekitar 14 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan adanya SPPG ini, semoga seluruh penerima manfaat bisa terakomodasi,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program MBG menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pemerintah menuju Indonesia Emas. Ia juga berharap masyarakat sekitar dapat dilibatkan sebagai karyawan SPPG untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.
“Mari kita sukseskan program Presiden demi masa depan bangsa,” tegasnya.
Di sisi lain, pengelola SPPG Kandangan 2 sekaligus pengurus Yayasan Afwan Al Asgaf, Afwan Al Asgaf, mengungkapkan bahwa SPPG tersebut akan memproduksi sekitar 2.000 porsi menu setiap hari yang akan disalurkan kepada penerima manfaat di sekitar lokasi SPPG.
“Saat ini terdapat sekitar 10 lembaga pendidikan mulai TK hingga SD yang menjadi sasaran, dan pendataan masih terus dilakukan,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas menu, pihaknya mewajibkan ahli gizi dan juru masak mengikuti magang di SPPG yang telah berjalan.
“Rata-rata SPPG yang bermasalah karena kurang kesiapan. Awalnya memasak dalam jumlah kecil, saat harus memasak dalam jumlah besar justru kelabakan,” ungkapnya.
Saat ini, di Kabupaten Kediri telah beroperasi 112 SPPG dari target 150 SPPG yang ditetapkan Pemerintah Pusat.















