Kediri – Dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pondok Pesantren Wali Barokah menggelar buka puasa bersama serta santunan bagi anak yatim dan dhuafa, Rabu (4/3/2026) 14 Ramadan 1447 H, di kompleks ponpes, Jalan HOS Cokroaminoto No. 195, Kelurahan Burengan, Kota Kediri.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dihadiri Wali Kota Kediri, Wakil Wali Kota, jajaran Forkopimda, ulama, serta tokoh masyarakat.
Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, H. Sunarto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
“Pada hari ke-14 Ramadan ini kami menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim serta 750 paket sembako untuk dhuafa dan keluarga kurang mampu di sekitar pondok. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbagi dan memperkuat silaturahmi,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, baik perorangan, lembaga, dunia usaha, maupun komunitas. Pihaknya berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi mewujudkan Kota Kediri yang rukun dan harmonis.
Sementara itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi ponpes dalam menggelar kegiatan sosial setiap Ramadan.
“Pondok Pesantren Wali Barokah selalu menjadi ruang pertemuan yang hangat antara ulama, umaro, dan masyarakat. Inilah wajah Kota Kediri yang kolaboratif dan saling menguatkan,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat perlindungan sosial selama Ramadan hingga Idulfitri. Di tingkat daerah, Pemkot Kediri memastikan distribusi bahan pokok lancar, inflasi terkendali, bantuan sosial tepat sasaran, serta UMKM tetap bergerak.
“Kebijakan pemerintah tidak akan pernah cukup tanpa dukungan dan doa para ulama serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab) yang turut hadir menilai kegiatan tersebut sebagai miniatur kebersamaan antarunsur di Kota Kediri.
“Kegiatan ini lahir dari komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik. Kebersamaan seperti ini penting untuk menjaga persatuan dan menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif,” katanya.
Acara ditutup dengan tausiyah keagamaan dan doa bersama. Para penerima manfaat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga waktu berbuka puasa tiba.
















