Kediri — Persik Kediri menyiapkan Liga Persik musim 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Kediri Raya. Kompetisi ini digarap bersama Accurate Professional Performance Analysis dan Universitas Nusantara PGRI Kediri, serta didukung PSSI Kota Kediri dan PSSI Kabupaten Kediri.
Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, mengatakan Liga Persik menjadi bagian dari komitmen klub dalam membangun ekosistem sepak bola daerah sekaligus membuka jalan lahirnya talenta baru.
“Liga Persik adalah bentuk komitmen kami untuk mendorong seluruh elemen sepak bola di Kediri Raya agar bisa mencapai level tertinggi. Pembinaan usia dini adalah fondasi penting bagi masa depan sepak bola,” ujarnya.
Kompetisi ini dirancang sebagai wadah bagi akademi dan sekolah sepak bola (SSB) di Kota dan Kabupaten Kediri. Sebanyak 12 akademi atau SSB dijadwalkan ambil bagian dalam setiap musim, dengan pertandingan digelar di sejumlah lapangan di wilayah Kediri Raya.
Farina menegaskan, Liga Persik tidak hanya berfokus pada pemain, tetapi juga menjadi ruang pengembangan bagi pelatih dan ofisial agar lebih siap menuju level profesional.
“Sepak bola bukan hanya soal bermain 90 menit. Ada proses belajar, tumbuh bersama, dan menjunjung fair play. Kami ingin Liga Persik memberi inspirasi bagi semua pihak,” katanya.
Rencananya, kompetisi perdana akan mulai bergulir pada 23 Mei 2026 di Kota Kediri.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyambut baik penyelenggaraan Liga Persik. Menurutnya, kompetisi ini merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi sepak bola daerah, khususnya pada pembinaan usia muda.
“Dari kompetisi ini diharapkan lahir pemain muda asli Kediri yang bertalenta, berkarakter, serta menjunjung sportivitas dan fair play,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Kediri mendukung penuh upaya pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Sementara itu, CEO APPA Sport, Razan Mahrani, menyebut Liga Persik 2026 akan dilengkapi dengan analisis performa pemain berbasis data. Setiap peserta akan mendapatkan statistik individu dan rekaman video pertandingan sebagai bahan evaluasi.
“Fasilitas ini diharapkan dapat membantu pemain meningkatkan kemampuan dan wawasan bermain,” katanya.
Menurut Razan, data performa tersebut juga berpotensi menjadi referensi awal dalam proses seleksi menuju Elite Pro Academy (EPA) Super League musim 2026/2027.
Ketua PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, menilai kompetisi ini menjadi jawaban atas kebutuhan pemain usia remaja terhadap wadah kompetitif yang terstruktur.
“Untuk pemain U-15 ke U-16 kini ada output yang jelas. Ini yang selama ini diharapkan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas PSSI Kabupaten Kediri, Purwanto. Ia berharap Liga Persik mampu melahirkan bibit pemain unggulan baru dari Kediri.
“Kediri sejak dulu banyak melahirkan pemain berkualitas. Kompetisi ini menjadi wadah agar pembinaan lebih terarah,” katanya.















