KEDIRI — Paguyuban Abdi Dalem Wewengkon Kediri menggelar kegiatan Gumbregahing Budaya Tumprap Gen Z di Balai Desa Kwadungan, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diikuti generasi muda dari berbagai daerah dan memperebutkan Piala Penghageng Abdi Dalem Ngayogyakarta.
Ketua Paguyuban Abdi Dalem Wewengkon Kediri, Sudarmanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya Jawa sejak usia muda. Menurut dia, pendekatan melalui lomba dan pertunjukan seni dipilih agar generasi Z lebih mudah mengenal serta melestarikan budaya adiluhung di tengah perkembangan zaman.
“Budaya Jawa harus tetap hidup dan relevan. Karena itu, generasi muda perlu dilibatkan secara aktif,” kata Sudarmanto, Sabtu.
Rangkaian kegiatan meliputi lomba menyanyi tembang Jawa, pidato berbahasa Jawa, menulis aksara Jawa, serta tari tradisional Jawa, baik kategori kelompok maupun tunggal. Seluruh perlombaan dinilai oleh dewan juri yang berkompeten di bidang seni dan budaya Jawa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Ahmad Ahla, SH. Ia mengapresiasi upaya pelestarian budaya yang melibatkan generasi muda. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Melalui Gumbregahing Budaya Tumprap Gen Z, Paguyuban Abdi Dalem Wewengkon Kediri berharap dapat terus berkontribusi dalam pelestarian budaya Jawa dan mendorong keterlibatan aktif generasi muda di Kabupaten Kediri.
Paguyuban Abdi Dalem Kediri Giatkan Pelestarian Budaya Jawa untuk Gen Z
KEDIRI — Paguyuban Abdi Dalem Wewengkon Kediri menggelar kegiatan Gumbregahing Budaya Tumprap Gen Z di Balai Desa Kwadungan, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diikuti generasi muda dari berbagai daerah dan memperebutkan Piala Penghageng Abdi Dalem Ngayogyakarta.
Ketua Paguyuban Abdi Dalem Wewengkon Kediri, Sudarmanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya Jawa sejak usia muda. Menurut dia, pendekatan melalui lomba dan pertunjukan seni dipilih agar generasi Z lebih mudah mengenal serta melestarikan budaya adiluhung di tengah perkembangan zaman.
“Budaya Jawa harus tetap hidup dan relevan. Karena itu, generasi muda perlu dilibatkan secara aktif,” kata Sudarmanto, Sabtu.
Rangkaian kegiatan meliputi lomba menyanyi tembang Jawa, pidato berbahasa Jawa, menulis aksara Jawa, serta tari tradisional Jawa, baik kategori kelompok maupun tunggal. Seluruh perlombaan dinilai oleh dewan juri yang berkompeten di bidang seni dan budaya Jawa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Ahmad Ahla, SH. Ia mengapresiasi upaya pelestarian budaya yang melibatkan generasi muda. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Melalui Gumbregahing Budaya Tumprap Gen Z, Paguyuban Abdi Dalem Wewengkon Kediri berharap dapat terus berkontribusi dalam pelestarian budaya Jawa dan mendorong keterlibatan aktif generasi muda di Kabupaten Kediri.
















