Madiun – Moda transportasi kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang sebesar 4,6 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Berdasarkan data KAI Daop 7 Madiun, selama masa angkutan Nataru yang berlangsung selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, jumlah penumpang yang diberangkatkan mencapai 176.348 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencatat 168.469 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan peningkatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api, khususnya untuk perjalanan jarak menengah dan jauh saat libur panjang.
“Capaian kinerja angkutan penumpang pada masa Nataru ini menandakan bahwa layanan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilisasi, karena dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu,” kata Tohari dalam keterangannya, Senin (6/1/2026).
Selain data keberangkatan, volume kedatangan penumpang di wilayah Daop 7 Madiun juga tercatat cukup tinggi. Selama periode yang sama, jumlah penumpang yang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun mencapai 186.277 orang.
Stasiun Madiun menjadi stasiun terpadat selama masa Nataru 2025/2026. Tercatat sebanyak 59.672 penumpang berangkat dari Stasiun Madiun, sementara penumpang yang datang mencapai 64.567 orang. Kepadatan ini sejalan dengan peran Stasiun Madiun sebagai salah satu simpul utama perjalanan kereta api di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Stasiun Kediri menempati posisi kedua dengan jumlah keberangkatan sebanyak 21.005 penumpang dan kedatangan 22.338 penumpang. Disusul Stasiun Jombang dengan 16.711 penumpang berangkat dan 17.864 penumpang tiba. Sementara itu, Stasiun Blitar mencatat 15.137 penumpang naik dan 16.466 penumpang turun, serta Stasiun Tulungagung dengan 13.900 penumpang berangkat dan 15.152 penumpang datang.
Menurut Tohari, kelancaran angkutan Nataru tidak terlepas dari kesiapan sarana, prasarana, serta koordinasi seluruh petugas di lapangan. KAI Daop 7 Madiun juga memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan yang telah ditetapkan.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, sekaligus menjaga ketepatan waktu perjalanan bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.
Manajemen KAI Daop 7 Madiun turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mempercayakan perjalanan libur Nataru menggunakan kereta api. Kepercayaan tersebut, kata Tohari, menjadi dorongan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi di masa mendatang.















