BLITAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan. Tahun ini, sebanyak 99 mahasiswa terpilih resmi menerima bantuan beasiswa untuk meringankan biaya perkuliahan mereka.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, menjelaskan bahwa skema bantuan tahun ini dibuat lebih spesifik berdasarkan lokasi tempat mahasiswa menimba ilmu. Pemkot membagi kategori penerima menjadi dua, yakni mahasiswa yang berkuliah di dalam kota dan mahasiswa perantau (luar kota).
Dalam penyaluran kali ini, Pemkot menyalurkan memberikan kepada 69 Mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dalam wilayah Kota Blitar dan 30 Mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah.
Syauqul Muhibbin memaparkan adanya perbedaan bentuk bantuan untuk kedua kategori tersebut. Bagi mahasiswa yang berkuliah di dalam kota, bantuan difokuskan pada pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Sementara itu, perhatian ekstra diberikan kepada mahasiswa yang berkuliah di luar daerah. Mengingat beban biaya yang lebih tinggi saat merantau, Pemkot memberikan tambahan berupa bantuan biaya hidup.
“Kalau yang kuliah di dalam kota, kita bantu UKT-nya. Sementara yang di luar kota, karena jauh dari keluarga, kita tambahkan bantuan biaya hidup,” ujar Syauqul Muhibbin. Jumat, (09/01).
Untuk menyukseskan program ini, Pemkot Blitar telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp395 juta. Program ini diprioritaskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa meraih gelar sarjana tanpa terkendala biaya.
“Harapannya bisa membantu mahasiswa yang kurang mampu dalam menempuh pendidikan perkuliahan. Kami ingin bantuan ini dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” pungkas Wali Kota.
Dengan adanya program ini, diharapkan angka putus kuliah di Kota Blitar dapat ditekan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Patria semakin meningkat.















