kabarutama.co – Umat Islam di Indonesia memperingati libur nasional Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk merefleksikan perjalanan spiritual Rasulullah serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada 27 Rajab dalam kalender Hijriyah. Pada peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan luar biasa dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra’), kemudian dilanjutkan naik ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh untuk menerima perintah salat langsung dari Allah SWT (Mi’raj). Dalam kalender Masehi, peringatan ini biasanya jatuh pada bulan Februari atau Maret.
Sebagai hari libur nasional, Isra’ Mi’raj dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam pemahaman keagamaan. Sejumlah masjid dan lembaga keagamaan menggelar berbagai kegiatan, mulai dari pengajian, ceramah keislaman, hingga doa bersama.
Selain itu, banyak umat Islam yang mengisi momen ini dengan melaksanakan shalat malam atau qiyamul lail, memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga berpuasa sunnah. Aktivitas tersebut dilakukan sebagai bentuk penghayatan terhadap makna Isra’ Mi’raj, khususnya perintah salat yang menjadi inti dari peristiwa tersebut.
Peringatan Isra’ Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa historis, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Melalui momen ini, umat Islam diharapkan mampu memperkuat nilai keimanan, disiplin beribadah, serta meningkatkan akhlak dan kepedulian sosial.
Dengan semangat Isra’ Mi’raj, umat Islam diajak menjadikan salat dan ibadah lainnya sebagai pondasi utama dalam menjalani kehidupan, baik secara pribadi maupun bermasyarakat.
















