Kediri, Kabarutama – Isu mangkraknya pembangunan akses Jalan Tol Kediri-Bandara Dhoho yang beredar di media sosial mendapat tanggapan dari PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) Highway Konsorsium. Pihak kontraktor menegaskan bahwa pekerjaan proyek tersebut masih berjalan dan membantah kabar yang menyebut pembangunan terhenti.
Alfi Yusron, Tim Humas PT LMA Highway Konsorsium, menjelaskan bahwa pihaknya masih melaksanakan pekerjaan akses jalan tol pada Seksi 2, mulai dari STA 0 hingga STA 3,4 kilometer.
Ruas tersebut membentang dari Jalan Mayor Bismo, Kelurahan Semampir, hingga Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
“Progres pekerjaan sampai hari ini berjalan dengan lancar, tidak ada kendala apa pun,” ujar Alfi kepada media ini, Rabu (14/10/2026).
Ia menyebut penyelesaian pekerjaan ditargetkan pada April 2027. Saat ini, pelaksanaan proyek difokuskan pada sejumlah pekerjaan penting yang dinilai mendukung kelancaran akses jalan.
Salah satu fokus utama pengerjaan berada di Jalan Suparjan Mangun Wijaya. Di lokasi tersebut, kontraktor akan melakukan pelebaran jalan sekaligus penggantian Jembatan Mojoroto.
Menurut Alfi, pekerjaan tersebut dijadwalkan mulai 22 Oktober 2026 dan ditargetkan rampung pada April 2027.
“Untuk memaksimalkan pekerjaan ini, fokus utama berada di Jalan Suparjan Mangun Wijaya, yakni pelebaran jalan dan penggantian Jembatan Mojoroto. Pelaksanaan akan dimulai 22 Oktober 2026 sampai April 2027,” jelasnya.
Pekerjaan tersebut berpotensi memengaruhi arus lalu lintas di sekitar lokasi. Karena itu, masyarakat, khususnya pengguna jalan dan pengemudi kendaraan angkutan barang maupun angkutan umum, diminta memperhatikan informasi pengaturan lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.
Alfi mengatakan, pihaknya telah memasang sejumlah banner pemberitahuan di beberapa titik untuk menyosialisasikan rencana penutupan Jalan Suparjan Mangun Wijaya sehubungan dengan pekerjaan pelebaran jalan dan penggantian jembatan.
Selain pemasangan banner, sosialisasi juga dilakukan melalui pihak kecamatan dan kelurahan. Koordinasi turut dilakukan dengan unsur lalu lintas, Dinas Perhubungan, serta BPDT Kelas II Jawa Timur, sebagaimana disampaikan pihak kontraktor.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Pengguna jalan diimbau memperhatikan rambu dan informasi resmi di lapangan serta menyesuaikan perjalanan dengan pengaturan lalu lintas yang diberlakukan.
Lebih lanjut, Alfi berharap pembangunan akses Tol Kediri-Bandara Dhoho dapat mendukung percepatan pembangunan embarkasi.
Menurutnya, keberadaan akses jalan yang memadai diharapkan bisa menunjang konektivitas dan mendukung pengembangan kawasan di sekitarnya.
Terkait isu mangkraknya proyek yang beredar di media sosial, Alfi kembali menegaskan bahwa pekerjaan masih berlangsung.
“Isu akses jalan tol Kediri-Bandara Dhoho mangkrak itu tidak benar alias hoaks. Pekerjaan akses jalan tol Bandara Dhoho selama ini tetap berjalan dan bisa dilihat di lokasi, progresnya sedang berjalan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut merupakan klarifikasi dari pihak kontraktor atas informasi yang beredar. Adapun perkembangan fisik pekerjaan dan pencapaian target penyelesaian hingga April 2027 tetap perlu dipantau seiring berjalannya proyek.
















