Kediri — Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri segera meraih predikat Eko Pesantren Pratama setelah menjalani serangkaian penilaian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Eko Pesantren yang dihadiri Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Khusnul Arif, jajaran DLH provinsi dan kota, serta pengurus pesantren.
Khusnul Arif menjelaskan bahwa program Eko Pesantren merupakan program nasional yang telah digagas sejak 2008. Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan karena menjadi pusat pembinaan masyarakat.
“Kalau tata kelola lingkungan di pesantren berjalan baik, saya yakin efeknya akan sampai ke masyarakat luas,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pesantren di Jawa Timur mulai menerapkan praktik ramah lingkungan sebagaimana yang telah dilakukan Wali Barokah. Menurutnya, pesantren ini menjadi salah satu contoh keberhasilan dalam pengelolaan sampah, sanitasi, hingga aktivitas sehari-hari yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Khusnul juga menyoroti persoalan persampahan di Kediri. Ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan komunikasi dan mencari solusi bersama, termasuk membuka peluang kerja sama dengan daerah tetangga seperti Tulungagung.
“Jika ada kebuntuan dalam pengelolaan TPS regional, kami di provinsi siap memfasilitasi dialog agar segera ditemukan jalan keluarnya,” katanya.
Ketua Ponpes Wali Barokah, Sunarto, mengapresiasi pendampingan dari DLH dan DPRD Jatim. Ia mengatakan bahwa pesantrennya telah lebih dulu menerapkan praktik ramah lingkungan bahkan sebelum program Eko Pesantren resmi diluncurkan pemerintah.
Dengan adanya Bimtek, pesantren kini memperoleh informasi lebih lengkap terkait regulasi dan standar pengelolaan lingkungan.
“Kami ingin pengelolaan lingkungan di Wali Barokah berjalan lebih terprogram, berkelanjutan, dan bersinergi dengan banyak pihak,” kata Sunarto.
Beberapa program unggulan yang telah diterapkan antara lain, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sekitar 2.200 kW untuk mendukung efisiensi energi. Pengelolaan sampah terintegrasi, mulai dari pemilahan, daur ulang plastik menjadi kerajinan, hingga produksi kompos untuk pertanian pesantren. Peningkatan sanitasi melalui fasilitas toilet dan kamar mandi berstandar rasio ideal bagi santri.
Sunarto juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan swasta untuk mendukung pengembangan pengelolaan lingkungan di pesantren.
Perwakilan DLH Provinsi Jawa Timur, Riki, menilai bahwa Ponpes Wali Barokah sebenarnya telah memenuhi banyak indikator Eko Pesantren bahkan sebelum dilakukan penilaian formal.
“Secara fisik maupun administrasi, hasil penilaiannya sangat baik. Bahkan saat kunjungan awal, kami melihat pesantren ini sudah menerapkan program lingkungan secara konsisten,” ujarnya.
Riki menjelaskan bahwa tahun ini DLH melakukan pendampingan kepada 52 pesantren di Jawa Timur dalam program Eko Pesantren. Bimtek dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan.
Ia berharap predikat yang akan diterima Wali Barokah nantinya semakin menguatkan komitmen pesantren dalam menjaga kelestarian lingkungan.















