Kediri — PT KAI Daop 7 Madiun menyiapkan 62 perjalanan kereta api untuk melayani Angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026. Fokus utama persiapan tahun ini adalah peningkatan aspek keselamatan perjalanan dan pelayanan kepada penumpang, terutama menghadapi musim penghujan.
Hal tersebut disampaikan Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, saat jumpa pers di Stasiun Kediri, Kamis (12/2/2026).
Tohari menjelaskan, pihaknya telah melakukan mitigasi di sejumlah titik rawan di wilayah operasional Daop 7, mulai dari Walikukun, Madiun, hingga Jombang.
“Kami melakukan mitigasi di beberapa daerah yang membutuhkan pantauan khusus. Semua dipersiapkan demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api,” ujarnya.
Mengantisipasi musim hujan, Daop 7 juga menambah personel di titik-titik rawan. Petugas Jaga Lintasan (PJL) serta petugas penjaga jalur akan disiagakan pada waktu-waktu tertentu guna memastikan pengawasan berjalan optimal tanpa celah.
“Pada musim hujan ini kami menambah petugas, khususnya di daerah pantauan khusus, sehingga tidak ada waktu kosong dalam pengamanan perjalanan,” kata Tohari.
Untuk periode Angkutan Lebaran, penjualan tiket dibuka mulai 10 Maret hingga 1 April 2026 atau H-10 hingga H+10 Lebaran. Hingga 12 Maret 2026, tercatat puluhan ribu tiket telah terjual dan jumlahnya terus bertambah seiring meningkatnya permintaan.
Guna mengakomodasi lonjakan penumpang, Daop 7 menyiapkan sejumlah kereta tambahan, di antaranya KA Brantas, KA Kahuripan, dan KA Matarmaja.
Secara keseluruhan, terdapat 62 perjalanan kereta api yang beroperasi selama masa Angkutan Lebaran di wilayah Daop 7, terdiri dari 26 perjalanan kereta api reguler dan tambahan yang melayani rute ke berbagai kota, baik arah barat maupun timur.
Terkait tarif, KAI memastikan tidak ada kenaikan harga tiket selama periode Angkutan Lebaran. Harga tetap mengacu pada batas atas dan batas bawah yang telah ditetapkan pemerintah.
Daop 7 mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan tiket lebih awal agar memperoleh jadwal perjalanan sesuai kebutuhan.















