Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat kinerja ketepatan waktu perjalanan kereta api atau On Time Performance (OTP) yang sangat impresif sepanjang tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal dan terpercaya bagi masyarakat.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa ketepatan waktu keberangkatan kereta api penumpang mencapai 99,47%, melampaui target program sebesar 99,40%. Sementara itu, ketepatan waktu kedatangan tercatat 97,77%, jauh di atas target 94,28%.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan KAI, dukungan pemerintah, serta pengelolaan operasional yang efektif seiring peningkatan frekuensi perjalanan. Keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar Tohari, Sabtu (3/1/2026).
Tohari menegaskan bahwa ketepatan waktu merupakan keunggulan utama transportasi kereta api. Oleh karena itu, kereta api tidak dapat menunggu pelanggan yang terlambat tiba di stasiun.
“Kami mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memperhitungkan waktu menuju stasiun serta proses boarding. Perlu kami sampaikan bahwa pelanggan yang tertinggal kereta api tidak mendapatkan pengembalian bea tiket (refund),” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran boarding, KAI telah menyediakan fasilitas Face Recognition (FR) di sejumlah stasiun. Di wilayah Daop 7 Madiun, fasilitas ini saat ini tersedia di Stasiun Madiun, dan ke depan akan dikembangkan di stasiun dengan okupansi penumpang tinggi. Selain itu, pelanggan juga disarankan menggunakan aplikasi Access by KAI agar tidak perlu mencetak tiket fisik.
Menjelang berakhirnya masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, volume penumpang di wilayah Daop 7 Madiun terus menunjukkan tren peningkatan. Pada Jumat, 2 Januari 2026, tercatat 10.151 penumpang berangkat dari wilayah Daop 7, naik 8% dibandingkan Kamis, 1 Januari 2026 sebanyak 9.366 penumpang.
Secara kumulatif, sejak dimulainya masa Angkutan Nataru pada 18 Desember 2025 hingga hari ke-16 (2 Januari 2026), Daop 7 Madiun telah melayani 319.330 penumpang, terdiri dari 153.181 penumpang berangkat dan 166.149 penumpang datang.
Meski tiket KA keberangkatan awal dari Daop 7 Madiun sebagian besar telah terjual, masyarakat tetap memiliki alternatif perjalanan.
“Pemesanan tiket masih tersedia untuk KA yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun menuju berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya,” tutup Tohari.
KAI berkomitmen untuk terus “Semakin Melayani” dengan menjaga kinerja operasional dan tetap waspada terhadap faktor eksternal yang dapat memengaruhi perjalanan kereta api.
















