BLITAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi selama pengamanan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, dan gelombang rob di sejumlah wilayah.
Kepala BPBD Kabupaten Blitar Bapak Wahyudi menjelaskan saat ini BPBD telah mencatat daerah rawan banjir tersebar di 16 kecamatan, cuaca ekstrem dan pohon tumbang di 22 kecamatan, tanah longsor di 14 kecamatan, serta gelombang rob di 4 kecamatan pesisir, di antaranya Bakung, Panggungrejo, Wonotirto, dan Wates.
Dalam pengamanan Nataru, BPBD Kabupaten Blitar mengoperasikan Posko Siaga Bencana selama 24 jam. Pemantauan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai dilakukan secara intensif, disertai penyampaian peringatan dini kepada masyarakat.
“Sebanyak 39 personel BPBD disiagakan penuh dengan sistem piket bergilir 12 jam. Posko berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan, dan respon cepat apabila terjadi bencana.” ungkapnya.
Lanjut Wahyudi, BPBD juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, OPD terkait, unsur SAR, serta relawan kebencanaan, khususnya di wilayah rawan bencana, lokasi wisata, dan jalur mudik.
Dari sisi sarana prasarana, BPBD menyiapkan gudang logistik, gudang peralatan, tempat evakuasi sementara, kendaraan operasional darat, serta perahu untuk penanganan bencana air.
“Sarana dan prasarana BPBD Kabupaten Blitar siap mendukung kesiapsiagaan, koordinasi, dan respon cepat dalam pengamanan Hari Natal dan Tahun Baru 2025,” lanjutnya..
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat bencana.















