Blitar, kabarutama – Sebuah bom udara (aircraft bomb) yang masih aktif ditemukan di aliran Sungai Jalan Manggar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Berkat respons cepat Polres Blitar Kota bersama Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur, bom tersebut berhasil dievakuasi dengan aman sebelum menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan, penemuan bermula dari laporan seorang warga bernama Oki Eka yang menemukan benda menyerupai mortir di dasar sungai pada Rabu (8/7/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Blitar Kota segera mendatangi lokasi untuk mengamankan area dengan memasang garis polisi serta meminta bantuan Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur guna mengidentifikasi benda tersebut.
“Terkait benda yang dicurigai tersebut, kami sudah meminta bantuan Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur untuk memastikan jenis benda tersebut,” kata AKBP Kalfaris, Jumat (10/7/2026).
Selama proses identifikasi dan evakuasi, masyarakat diminta tidak mendekati lokasi maupun menyentuh benda yang diduga mengandung bahan peledak.
Proses pengangkatan bom berlangsung cukup sulit karena posisinya berada di bawah batu berukuran besar. Tim gabungan memanfaatkan rantai dan alat derek milik BPBD Kota Blitar untuk memindahkan batu sebelum bom dapat dievakuasi.
Berdasarkan hasil identifikasi Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur, benda tersebut dipastikan merupakan bom udara (aircraft bomb) yang masih aktif.
AKBP Kalfaris menjelaskan, bom memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan diameter sekitar 25–30 sentimeter serta diperkirakan berbobot antara 50 hingga 100 kilogram.
“Tim berhasil mengangkat benda tersebut yang ternyata memang merupakan bom udara atau aircraft bomb. Untuk sementara bom tersebut langsung kami bawa menuju lokasi disposal yang aman dan jauh dari permukiman masyarakat,” ujarnya.
Meski bagian luar bom telah berkarat akibat lama terendam di sungai, hasil pemeriksaan menunjukkan bahan peledak di dalamnya masih aktif sehingga memerlukan penanganan khusus.
Bom kemudian dibawa ke lokasi yang telah ditentukan untuk dilakukan disposal sesuai standar operasional prosedur Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur. Lokasi pemusnahan dipilih jauh dari kawasan permukiman untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat.
Hingga kini, kepolisian belum dapat memastikan asal-usul bom tersebut. Namun, berdasarkan bentuk dan karakteristiknya, bom diduga merupakan peninggalan masa perang yang telah berada di lokasi selama puluhan tahun.
Polres Blitar Kota mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak. Masyarakat diminta segera melaporkannya kepada kepolisian melalui layanan Call Center 110 agar dapat segera ditangani oleh personel yang memiliki kompetensi khusus..
















