Kediri, Kabarutama — Bandara Internasional Dhoho Kediri semakin mematangkan persiapan untuk menjadi salah satu embarkasi haji pada musim haji 2027. Kesiapan tersebut ditinjau langsung Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Haji bersama Saudia Airlines dalam visitasi pada Rabu (19/8/2026).
Visitasi dilakukan untuk memastikan kesiapan Bandara Dhoho dari berbagai aspek, mulai fasilitas terminal dan sisi udara, pelayanan serta pergerakan jemaah, keamanan, ground handling, katering, hingga koordinasi antar-stakeholder.
Hasil peninjauan secara umum menunjukkan Bandara Dhoho memiliki kesiapan yang baik dari sisi infrastruktur, fasilitas, operasional, pelayanan penumpang, serta dukungan layanan penerbangan. Namun, sejumlah aspek teknis dan operasional masih akan terus diselaraskan dengan ketentuan regulator dan kebutuhan maskapai.
Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, mengatakan persiapan embarkasi haji merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan koordinasi lintas pihak.
“Kami melihat visitasi ini sebagai bagian penting untuk memastikan kesiapan Bandara Dhoho secara menyeluruh. Masukan dari seluruh stakeholder akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan penguatan dan penyempurnaan,” kata Maksin, dalam rilis resminya, Jumat (21/8/2026).
Menurut dia, apabila Bandara Dhoho dipercaya mendukung penerbangan haji, pihaknya siap memberikan dukungan penuh agar pelayanan kepada jemaah berlangsung aman, nyaman, dan optimal.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra menyampaikan bahwa fasilitas dan operasional bandara secara umum telah mendukung kebutuhan penerbangan haji.
“Dari hasil peninjauan, secara umum Bandara Dhoho telah siap mendukung penerbangan haji. Kami akan terus melakukan penguatan pada aspek-aspek teknis dan memastikan seluruh kebutuhan operasional dapat diselaraskan dengan ketentuan regulator serta kebutuhan airline,” ujarnya.
Dari sisi maskapai, Saudia Airlines juga melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas dan kesiapan operasional Bandara Dhoho. Hasil peninjauan tersebut menjadi bagian dari pembahasan bersama untuk memastikan bandara mampu memenuhi kebutuhan penerbangan haji.
Rangkaian persiapan kemudian dilanjutkan melalui Rapat Koordinasi Persiapan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai Embarkasi Haji pada Kamis (20/8/2026) di Hotel Grand Surya Kediri.
Rapat tersebut membahas sejumlah aspek penting, antara lain kesiapan airside dan slot time, akomodasi dan transit jemaah, layanan kesehatan dan CIQ (Customs, Immigration, Quarantine), support services, hingga logistik penerbangan.
Seluruh stakeholder juga menyusun rekomendasi serta tindak lanjut untuk semakin mematangkan kesiapan Bandara Dhoho sebagai calon embarkasi haji.
Rencana pemanfaatan Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji sebelumnya telah mendapat perhatian pemerintah. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf pada Juli 2026 menyebut Bandara Dhoho layak mendukung penerbangan haji, termasuk untuk pesawat berbadan besar.
Pemerintah Jawa Timur juga menargetkan Bandara Dhoho dapat mulai digunakan untuk penerbangan haji pada musim haji 1448 H/2027 M.
Dengan visitasi dan rapat koordinasi tersebut, persiapan Bandara Dhoho kini memasuki tahap penguatan teknis dan sinkronisasi operasional. Kepastian penggunaannya sebagai embarkasi haji tetap menunggu pemenuhan seluruh persyaratan dan keputusan regulator terkait.














