Madiun — Kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daop 7 Madiun menunjukkan tren positif pada Triwulan I 2026. Perusahaan mencatat peningkatan volume angkutan sekaligus mempertahankan ketepatan waktu operasional pada level tinggi.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan selama Januari hingga Maret 2026 total angkutan barang mencapai 7.770.337 kilogram. Angka tersebut terdiri atas barang loading sebesar 4.077.425 kg dan unloading 3.692.912 kg.
“Capaian ini meningkat 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 7.387.839 kg,” ujar Tohari dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ini didorong oleh optimalisasi layanan ritel dan paket, termasuk Barang Hantaran Paket (BHP) dan One Night Services (ONS). Selain itu, kontribusi angkutan internal untuk mendukung operasional perkeretaapian juga menjadi faktor penting.
Dari sisi operasional, ketepatan waktu perjalanan kereta api barang tetap terjaga. Pada Triwulan I 2026, On Time Performance (OTP) keberangkatan tercatat 99,20 persen, sementara OTP kedatangan mencapai 97,08 persen.
Menurut Tohari, capaian tersebut menjadi nilai tambah bagi pelanggan, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan kepastian distribusi logistik.
“Ketepatan waktu menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pelanggan terhadap layanan angkutan barang kereta api,” katanya.
Lebih lanjut, KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui strategi fleksibilitas operasional, termasuk pengoptimalan angkutan ritel pada hari libur guna memenuhi kebutuhan pasar.
“Kami berupaya menghadirkan layanan angkutan barang yang selamat, aman, lancar, dan tepat waktu sebagai bagian dari service excellence,” ujar Tohari.
Hingga akhir Maret 2026, realisasi ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta api barang di wilayah Daop 7 tetap berada di atas target perusahaan. Capaian ini memperkuat posisi kereta api sebagai salah satu moda andalan dalam distribusi logistik nasional.















