Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan prasarana perkeretaapian menyusul potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah, sebagaimana diinformasikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh sarana dan prasarana kereta api, termasuk jalur rel dan sistem persinyalan.
“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama kami. Karena itu, KAI Daop 7 Madiun melakukan mitigasi secara terukur serta menyiagakan petugas di lapangan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem,” ujar Tohari, Kamis (22/1/2026).
Sebagai bagian dari deteksi dini, KAI Daop 7 Madiun secara rutin melakukan pemeriksaan kondisi jalur dan persinyalan agar tetap berfungsi optimal saat hujan lebat. Selain itu, pemetaan ulang titik-titik rawan banjir dan longsor di sepanjang wilayah operasional juga terus dilakukan.
KAI Daop 7 Madiun turut menjalin koordinasi dengan BMKG melalui pemantauan data prakiraan cuaca secara real-time sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.
Di sisi lain, langkah tanggap darurat juga disiapkan di lapangan, antara lain dengan melakukan normalisasi saluran air di sekitar jalur kereta api guna mencegah genangan, serta pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang dan mengganggu perjalanan kereta api.
“Kami juga menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di titik-titik strategis. AMUS ini berisi material seperti pasir, batu balast, dan bantalan rel yang dapat segera digunakan jika terjadi gangguan prasarana,” jelas Tohari.
KAI Daop 7 Madiun turut mengimbau para pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, mengingat potensi hambatan lalu lintas akibat hujan. Pelanggan juga dapat memanfaatkan fasilitas Face Recognition untuk mempercepat proses boarding, serta fasilitas pengering payung yang tersedia di sejumlah stasiun besar.
“KAI berkomitmen memberikan layanan terbaik meskipun di tengah tantangan cuaca ekstrem. Personel kami siaga 24 jam untuk meminimalkan potensi gangguan perjalanan kereta api,” tutup Tohari.














