Blitar – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama, Margaret Aliyatul Maimunah, menegaskan pentingnya solidaritas dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, Fatayat NU tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus menguatkan kebersamaan dan kerja kolektif di semua tingkatan organisasi.
Penegasan tersebut disampaikan Margaret saat menghadiri pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Blitar di Graha NU Kabupaten Blitar, Minggu (14/12/2025). Kehadiran Ketua Umum PP Fatayat NU itu sekaligus menjadi bentuk dukungan dan penguatan moral bagi kepengurusan baru di tingkat cabang.
Dalam sambutannya, Margaret menekankan bahwa tantangan internal maupun eksternal organisasi harus dihadapi secara bersama-sama. Ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi agar Fatayat NU tetap relevan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan perempuan muda.
“Fatayat harus terus berbenah dan beradaptasi. Organisasi ini harus hadir sebagai solusi, memanfaatkan teknologi untuk dakwah, edukasi, dan pemberdayaan perempuan,” ujar Margaret.
Margaret Aliyatul Maimunah yang lahir pada 11 Mei 1978 saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Fatayat NU periode 2022–2027. Ia terpilih melalui Kongres XVI Fatayat NU di Palembang, Sumatera Selatan, dan dikenal konsisten mendorong peran strategis perempuan muda Nahdliyin di berbagai sektor.
Pada kesempatan yang sama, Ufik Rohmatul Fitria, S.Pd.I, resmi dilantik sebagai Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Blitar periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XIX yang digelar pada Agustus 2025.
Di bawah kepemimpinan Ufik Rohmatul Fitria, PC Fatayat NU Kabupaten Blitar diharapkan mampu menerjemahkan arahan pimpinan pusat melalui penguatan kerja kolektif, inovasi program, serta fokus pada pemberdayaan perempuan muda Nahdliyin di wilayah Kabupaten Blitar.
Dengan dilantiknya pengurus baru, Fatayat NU Kabupaten Blitar optimistis dapat semakin memperkokoh peran organisasi sebagai pilar kebangsaan sekaligus motor penggerak dalam menjawab tantangan sosial di era modern.
















