Selasa, Mei 12, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Pendidikan

Santri Naik Kelas: Uniska Buka Jalan Kuliah hingga Malaysia

redaksi by redaksi
25/06/2025
in Pendidikan
0

Kediri – Di tengah gempuran tantangan zaman, ada secercah harapan yang mulai bersinar dari tanah santri Kediri Raya. Universitas Islam Kadiri (Uniska) menggandeng puluhan pesantren untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi para santri bukan hanya di dalam negeri, tapi hingga ke luar negeri. Tujuannya sederhana namun visioner: agar santri tak hanya mondok, tapi juga sarjana dan bahkan bisa go internasional.

Baca Juga :

Atap Kelas Rusak Diterjang Hujan, Anggota DPR RI Soroti Kondisi SD Bakung 2 Udanawu

Nurhadi Apresiasi Halal Bihalal IG PAUD Muslimat NU Blitar: Spektakuler dan Penuh Haru

Langkah nyata dari visi tersebut terwujud dalam bentuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Summer School di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2025. Program ini akan melibatkan lebih dari 50 peserta, dengan keberangkatan awal 35 santri dari berbagai pesantren di kawasan Kediri Raya.

“Ini bagian dari mimpi besar kami,” ungkap Rektor Uniska, Prof. Bambang Yulianto. “Kami ingin santri tetap menjadi santri, tapi juga punya kesempatan menjadi sarjana, bahkan melangkah ke dunia internasional.”

Salah satu kekuatan utama program ini adalah fleksibilitasnya. Para santri tak perlu keluar dari pesantren hanya demi kuliah. Dengan skema kuliah sambil mondok, mereka tetap bisa menjalankan rutinitas keagamaan sekaligus menyerap ilmu akademik secara formal.

Hal ini menjawab tantangan klasik yang dihadapi banyak santri setelah lulus tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTS) atau Aliyah (MA). Tak sedikit dari mereka yang terpaksa meninggalkan pesantren karena tidak tersedia jalur pendidikan tinggi yang akomodatif terhadap kehidupan santri.

“Bahkan yang sudah lulus dari pondok, bisa tetap tinggal di pesantren untuk menambah ilmu sambil kuliah,” tambah Prof. Bambang.

Program ini bukan sekadar inisiatif kampus. Sekitar 70 pesantren di Kediri, Blitar, Tulungagung, Nganjuk, hingga Ponorogo telah menyatakan dukungan. Mereka tidak hanya mengizinkan santrinya berkuliah, tapi juga berkomitmen menjadi bagian dari proses pembinaan akademik dan spiritual secara berkelanjutan.

Beberapa pesantren tersebut bahkan memiliki keterikatan historis dengan Uniska, baik dari segi sanad keilmuan maupun hubungan kelembagaan. Ini menjadi kekuatan sosial yang memperkuat fondasi program kolaboratif ini.

Kyai Anwar, salah satu tokoh pesantren yang hadir dalam pertemuan koordinasi dengan Uniska, menekankan pentingnya perubahan cara pandang di lingkungan pesantren terhadap pendidikan tinggi.

“Pendidikan tinggi bukan sekadar gelar,” tegas beliau. “Tapi wasilah jalan untuk menjadi lebih bermanfaat bagi umat.”

Dengan inisiatif ini, Uniska bukan hanya mengajar di ruang kelas. Mereka sedang menanam benih perubahan di akar rumput: mengangkat derajat santri tanpa mencabut akar pesantrennya.

Santri kini tak lagi dihadapkan pada pilihan biner: mondok atau kuliah. Mereka bisa melakukan keduanya—dan suatu hari nanti, bisa berdiri di forum internasional, membawa semangat pesantren dari kampung ke kancah global.

Tags: Pondok PesantrenSantri Kuliahuniska

Related Posts

Pendidikan

Atap Kelas Rusak Diterjang Hujan, Anggota DPR RI Soroti Kondisi SD Bakung 2 Udanawu

02/05/2026
Pendidikan

Nurhadi Apresiasi Halal Bihalal IG PAUD Muslimat NU Blitar: Spektakuler dan Penuh Haru

18/04/2026
Pendidikan

Nurhadi Anggota DPR RI Dorong Reformasi Pendidikan demi Tingkatkan Kualitas PMI

08/04/2026
Pendidikan

BLK Komunitas Kediri Siap Beroperasi, Nurhadi Dorong Generasi Melek Digital

17/03/2026
Pendidikan

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Mas Dhito Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Warga Kediri

20/02/2026
Pendidikan

Mas Dhito Tanggapi Usulan Perubahan Jam Kerja Perangkat Desa: Pelayanan Tak Boleh Terganggu

10/02/2026
Next Post

Polda Jatim Imbau Perguruan Silat Jaga Kondusifitas Saat Malam 1 Suro dan Suran Agung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

KAI Daop 7 Madiun Mohon Maaf dan Beri Pengembalian Penuh Akibat Gangguan Jalur Alastua – Semarang Tawang

29/10/2025

Akan Mencari Rumput Untuk Pakan Ternak, Bocah di Tambakrejo Blitar Ditemukan Meninggal Dunia Tenggelam

28/07/2024

Tahun Pertama Periode Kedua, Mas Dhito Kebut 17 Program Prioritas di Kabupaten Kediri

20/02/2026

Pertamina Tambah 813.800 Tabung LPG 3 Kg Selama Libur Panjang Isra Miraj di Jatim

16/01/2026
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO