Kediri, Kabarutama – Cuaca buruk berupa angin kencang mengganggu operasional penerbangan Super Air Jet di Bandara Internasional Dhoho Kediri. Pesawat dengan nomor penerbangan IU 356 rute Jakarta–Kediri terpaksa beberapa kali melakukan go around sebelum akhirnya dialihkan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
Peristiwa tersebut terjadi saat pesawat menjalani proses pendekatan untuk mendarat (final approach) di Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Berdasarkan keterangan General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri, Teguh Pratomo, pilot memutuskan melakukan go around beberapa kali karena kondisi angin kencang dan pertimbangan keselamatan penerbangan.
Keputusan tersebut berujung pada pengalihan penerbangan (divert) ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, sebagai bandara alternatif.
Namun, persoalan belum selesai. Setelah kembali melanjutkan penerbangan menuju Kediri, kondisi cuaca ternyata masih belum memungkinkan pesawat untuk mendarat.
Demi memastikan keselamatan penerbangan, pilot kembali memutuskan mengalihkan pesawat ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.
Dampak gangguan cuaca tersebut juga merembet pada jadwal penerbangan berikutnya.
Super Air Jet IU 357 rute Kediri–Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 12.35 WIB dipastikan batal beroperasi atau cancel flight oleh pihak maskapai.
Pembatalan ini tentu berdampak terhadap rencana perjalanan penumpang yang hendak berangkat dari Kediri menuju Jakarta.
Sebagai bentuk penanganan terhadap penumpang terdampak, pihak maskapai menyediakan dua pilihan, yakni pengembalian dana penuh (full refund) atau penjadwalan ulang penerbangan (reschedule) tanpa biaya tambahan.
Sementara itu, pengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan.
Koordinasi dilakukan bersama BMKG, AirNav Indonesia, serta pihak maskapai guna memastikan kesiapan operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan tetap terjaga.
Teguh Pratomo menyampaikan bahwa pihak bandara memahami ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat penyesuaian operasional tersebut.
Pengelola bandara juga memastikan tetap memberikan dukungan pelayanan sesuai fungsi dan kewenangannya.
“Kami terus melakukan pemantauan kondisi cuaca serta koordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk BMKG, AirNav Indonesia, dan maskapai,” demikian keterangan Teguh.
Bagi calon penumpang, pihak bandara mengimbau agar selalu memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan kebandarudaraan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center Bandara Internasional Dhoho Kediri di nomor (0354) 2810200.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Keputusan untuk melakukan *go around* maupun pengalihan penerbangan merupakan bagian dari prosedur keselamatan ketika kondisi tidak memungkinkan pesawat melakukan pendaratan.
















