Madiun, Kabarutama — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 7 Madiun mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan proses rekrutmen pegawai KAI.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen KAI dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berdasarkan kompetensi.
Masyarakat yang berminat mengikuti rekrutmen KAI diminta memastikan seluruh informasi hanya berasal dari kanal resmi perusahaan. Pengumuman lowongan kerja KAI dipublikasikan melalui situs resmi karier.kai.id.
“Seluruh proses lamaran dilakukan secara mandiri melalui portal resmi,” demikian penegasan KAI terkait mekanisme rekrutmen.
KAI juga menegaskan bahwa proses rekrutmen tidak dipungut biaya. Pencari kerja tidak diwajibkan membayar uang muka, biaya administrasi, maupun biaya penggantian akomodasi dan transportasi kepada pihak yang mengatasnamakan penyelenggara rekrutmen.
KAI mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan seseorang menjadi pegawai KAI dengan imbalan tertentu.
Penawaran yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang, fasilitas, atau hadiah merupakan modus yang harus diwaspadai.
Selain itu, pencari kerja juga diminta berhati-hati terhadap modus yang mengarahkan peserta untuk membeli tiket transportasi atau memesan hotel melalui agen travel tertentu dengan dalih sebagai bagian dari tahapan rekrutmen.
“Jangan percaya adanya oknum atau pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan dengan dalih bisa memasukkan seseorang menjadi pegawai KAI,” tegas Tohari.
Dalam proses rekrutmen, peserta akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi sesuai ketentuan, antara lain seleksi administrasi, tes kesehatan awal, tes psikologi, wawancara, tes kesehatan akhir hingga diklat.
Informasi mengenai hasil seleksi juga disampaikan melalui akun peserta masing-masing pada situs resmi rekrutmen KAI.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar melalui pesan pribadi, grup percakapan, maupun pihak yang mengaku sebagai perantara rekrutmen apabila informasi tersebut tidak dapat diverifikasi melalui kanal resmi KAI.
KAI mengajak masyarakat untuk turut menyebarluaskan informasi mengenai mekanisme rekrutmen yang benar. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah pencari kerja menjadi korban penipuan yang memanfaatkan nama perusahaan.
Bagi masyarakat yang menemukan informasi mencurigakan terkait rekrutmen KAI, konfirmasi terlebih dahulu melalui kanal resmi perusahaan sebelum memberikan data pribadi, melakukan pembayaran, atau mengikuti instruksi dari pihak yang tidak dikenal.
Pastikan informasi rekrutmen berasal dari sumber resmi KAI dan jangan pernah membayar pihak yang menjanjikan kelulusan.
















