Kediri – Liga Persik 2026 resmi digelar sebagai upaya memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Kediri Raya. Peluncuran kompetisi tersebut ditandai dengan seremoni di Auditorium Cakrawala Mandala Nusantara, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Rabu (10/6/2026).
Sesuai jadwal, kompetisi akan mulai bergulir pada 14 Juni 2026 dan melibatkan kelompok usia U-15 serta U-17. Liga ini diharapkan menjadi wadah pengembangan pemain muda sekaligus memperkuat sistem pembinaan berjenjang menuju level yang lebih tinggi.
Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri, dan UN PGRI Kediri yang selama ini mendukung program pengembangan klub, termasuk pembinaan usia dini.
“Sejak dulu dukungan dari pemerintah kota maupun kabupaten selalu mengalir untuk Persik Kediri. Tidak hanya untuk tim senior, tetapi juga dalam pengembangan usia dini di Kediri Raya,” ujarnya.
Farina mengatakan Liga Persik 2026 diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam upaya melahirkan talenta-talenta muda sepak bola dari Kediri Raya. Menurutnya, kolaborasi dengan UN PGRI Kediri membuka ruang bagi lahirnya berbagai inovasi dalam penyelenggaraan kompetisi.
Salah satunya melalui keterlibatan mahasiswa sebagai panitia pelaksana atau local organizing committee (LOC). Keterlibatan tersebut dinilai menghadirkan gagasan baru, termasuk konsep seremoni pembukaan yang digelar di auditorium, bukan di lapangan seperti lazimnya kegiatan sepak bola.
“Idenya agar seluruh klub bisa saling mengenal, menunjukkan identitas masing-masing, dan menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal menendang bola, tetapi juga banyak disiplin ilmu dan nilai kehidupan yang dapat dipelajari,” kata Farina.
Ia menambahkan, sepak bola mengajarkan nilai kedisiplinan, kerja sama, semangat pantang menyerah, serta kemampuan menghargai sesama. Karena itu, seluruh peserta diharapkan menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana ketika kompetisi selesai kita memiliki lebih banyak teman,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kediri, Syamsul Bahri, menilai kompetisi usia muda merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi sepak bola yang kuat melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Menurutnya, melalui kompetisi kelompok usia U-15 dan U-17, para pemain muda tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental bertanding, menjaga konsistensi performa, dan memahami pentingnya kerja sama tim.
“Kita memahami bahwa untuk mencetak pemain berkualitas dibutuhkan proses yang tidak instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan didukung kompetisi yang konsisten,” ujarnya.
Syamsul menambahkan, format liga juga mendorong setiap klub internal untuk lebih profesional dalam menyusun strategi jangka panjang, mengelola pemain, menjaga kondisi fisik, hingga mengatur manajemen tim secara keseluruhan.
Pada akhirnya, kata dia, para pemain muda tersebut dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk menjadi bagian dari jenjang pembinaan menuju tim utama Persik Kediri.
Selain menjadi ajang kompetisi, Liga Persik 2026 diharapkan mampu memperkuat basis data talenta sepak bola di Kediri serta menjadi sarana penjaringan pemain potensial untuk pembinaan lanjutan.
“Semoga dari kompetisi ini lahir talenta-talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama Kediri di level yang lebih tinggi,” pungkas Syamsul.















