Jombang, Kabarutama – Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib, menyampaikan gagasan lima pilar untuk mengembalikan wibawa dan kehormatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Gagasan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis yang diterbitkan di Denanyar, Jombang, Rabu (10/6/2026).
Dalam pernyataannya, KH Abdussalam Shohib mengaku telah melakukan silaturahim dengan sejumlah pengurus dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai daerah. Menurutnya, banyak pihak yang menyampaikan harapan agar terjadi perubahan kepemimpinan di tubuh PBNU.
“PBNU butuh perubahan kepemimpinan,” tulis Abdussalam dalam pernyataan tersebut.
Ia menyebut aspirasi tersebut didasari kerinduan terhadap kepengurusan PBNU yang solid, berintegritas, mengayomi, terbuka, dan profesional. Menurutnya, warga NU menginginkan kepemimpinan yang lebih dekat dengan struktur organisasi di daerah serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen jam’iyah.
Dalam dokumen itu, Abdussalam menawarkan lima pilar yang disebut sebagai arah pembaruan PBNU ke depan.
Pilar pertama adalah memperkuat pendampingan, afirmasi, dan perhatian kepada PWNU serta PCNU di luar Pulau Jawa, khususnya wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia menilai potensi daerah perlu didukung melalui pembinaan dan akses yang lebih luas.
Pilar kedua menitikberatkan pada rekrutmen pengurus yang berintegritas, kapabel, dan memiliki jiwa pengabdian. Menurutnya, rekam jejak pengabdian kepada jam’iyah dan jamaah harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan kepengurusan.
Selanjutnya, pilar ketiga berfokus pada upaya merawat persaudaraan dan menghidupkan kembali semangat perjuangan para pendiri NU. Ia menegaskan pentingnya menjadikan Khittah NU serta Qonun Asasi sebagai landasan dalam menjalankan organisasi.
Pilar keempat adalah penerapan tata kelola organisasi yang transparan, profesional, dan akuntabel. Abdussalam mendorong penguatan sistem pelaporan program, pengelolaan keuangan yang terbuka, serta peningkatan fungsi audit internal.
Sementara itu, pilar kelima menekankan pentingnya menjaga harmoni organisasi sekaligus membuka ruang kolaborasi dan inovasi. Menurutnya, NU perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas dan prinsip-prinsip dasar organisasi.
Abdussalam menegaskan bahwa tujuan utama dari lima pilar tersebut adalah memperkuat peran daerah, membangun kepengurusan yang amanah, serta menghidupkan kembali semangat pengabdian demi kemaslahatan umat.
“NU besar bukan karena PBNU hebat, tetapi karena daerah dan instrumennya kuat, pengurusnya amanah, serta ruh perjuangannya kembali menyala demi khidmah jam’iyah di abad kedua,” tulisnya.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh tanggapan resmi dari PBNU terkait pernyataan dan gagasan yang disampaikan KH Abdussalam Shohib tersebut.














