Kediri – BRI Kediri terus mendorong pengembangan usaha peternakan sapi perah yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Dukungan permodalan yang diberikan melalui program kredit dinilai mampu membantu peternak meningkatkan populasi ternak dan produksi susu.
Ketua Kelompok Ternak Sapi Perah Karya Abadi Desa Babadan, Purnomo (48), mengatakan sebagian besar warga desanya menggantungkan hidup dari usaha peternakan sapi perah. Bahkan jumlah sapi perah di desa tersebut disebut lebih banyak dibanding jumlah penduduknya.
“Mayoritas masyarakat di sini adalah peternak sapi perah. Bahkan jumlah penduduknya kalah banyak dengan jumlah sapinya,” ujar Purnomo, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, sebelum mendapatkan akses pembiayaan dari BRI, para peternak menghadapi kendala modal untuk mengembangkan usaha. Tingginya harga sapi perah betina yang kini berkisar Rp 25 juta hingga Rp 35 juta per ekor membuat peternak kesulitan menambah populasi ternak secara mandiri.
Pada 2020 lalu, Kelompok Ternak Sapi Perah Karya Abadi yang saat itu beranggotakan 24 orang menjalin komunikasi dengan BRI Unit Ngancar untuk mencari solusi pembiayaan usaha.
“Hasilnya, kami mendapatkan fasilitas kredit atas nama kelompok yang kemudian disalurkan kepada anggota. Dari situ anggota bisa menambah jumlah ternaknya dan usaha terus berkembang sampai sekarang,” jelasnya.
Purnomo mengaku merasakan langsung dampak positif program tersebut. Jika sebelumnya hanya memiliki tiga ekor sapi perah, kini jumlah ternaknya meningkat menjadi 23 ekor.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas dukungan kredit dan kepercayaan yang diberikan kepada kelompok ternak sapi perah di Desa Babadan. Semoga program ini terus berjalan agar kami bisa terus berkembang,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan susu saat ini juga terus meningkat seiring bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Di tingkat peternak, permintaan susu dari industri pengolahan disebut sangat tinggi dan kerap belum mampu dipenuhi seluruhnya.
Karena itu, keberlanjutan akses pembiayaan dinilai penting untuk membantu peternak menambah populasi sapi perah sehingga produksi susu dapat terus meningkat.
Sementara itu, Branch Manager BRI Branch Office Kediri, Adi Nugroho, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor-sektor produktif.
“BRI akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi sektor produktif masyarakat, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan. Khusus peternakan sapi perah, sektor ini sangat linier dengan program pemerintah sehingga kami siap mendampingi dan mendorong agar usaha para peternak terus berkembang,” ujarnya.
Selain memberikan akses pembiayaan, BRI juga melakukan pendampingan usaha dan edukasi keuangan kepada para debitur agar mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Dengan dukungan permodalan dan pendampingan tersebut, peternak sapi perah di lereng Gunung Kelud diharapkan semakin berkembang serta mampu memenuhi kebutuhan susu nasional yang terus meningkat.
















